Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

18 Satgas Resmi Dilantik, PR Baru Segera Menanti

BENGKULU, RR – Sebanyak 18 Satuan Petugas (Satgas) dari berbagai lintas instansi akhirnya resmi dilantik dan dikukuhkan.

Acara pelantikan dan pengukuhan ini sendiri langsung dipimpin oleh Gubernur Bengkulu DR. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA bertempat di Hotel Rafles City Pantai Panjang Kota Bengkulu, Selasa (12/2).

Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Provinsi Bengkulu Hj. Forita Ramadhaniwati, SE, M.Si mengungkapkan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu Nomor B.19 BP3APPKB Tahun 2019 tertanggal 18 Januari 2019 menetapkan bahwa ke-18 Pengurus Satgas PPA Provinsi Bengkulu meliputi sebagai Ketua/Pimpinan Drs. S. Efendi merupakan Ketua BMA (Badan Musyawarah Adat) Provinsi Bengkulu, Wakil Ketua Kepala DP3A Provinsi Bengkulu dan terdiri dari 16 anggota dari berbagai background instansi lintas sektoral dengan Dewan Pembinanya diambil dari Gubernur Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Danrem 041 GAMAS Bengkulu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kakanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu dan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Bengkulu.

“Alhamdulillah barusan tadi sudah dilantik dan dikukuhkan serta diambil sumpahnya sebanyak 18 satgas terdiri dari 1 Ketua, 1 Wakil Ketua dan 16 Anggota dengan Dewan Pembinanya sebanyak 6 orang. Ke-18 Satgas PPA Provinsi Bengkulu dengan dibawah binaan 6 orang Dewan Pembina diharapkan bisa bekerja secara maksimal dalam upaya pencegahan dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak. Selain itu juga, pengayoman, pendampingan dan hak-hak harkat martabat perempuan dan anak juga harus dilindungi,” jelas Hj. Forita pada sejumlah Jurnalis.

Ditambahkan Kadis DP3A Provinsi Bengkulu ini, pekerjaan baru (PR) menanti segenap pengurus Satgas PPA dalam menekan laju angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan sexsual pada anak khususnya di kalangan usia pelajar dan mahasiswi.

“Untuk itu, hal ini menjadi PR baru kami agar angka lonjakan KDRT dan kekerasan/pelecahan sexsual pada anak dan perempuan di Provinsi Bengkulu ini nantinya bisa di minimalisir dan jika perlu tidak ada lagi. Itu harapan dan cita bersama kami,” tutupnya. [ACU]

Foto: Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Provinsi Bengkulu Hj. Forita Ramadhaniwati, SE, M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: