Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Antisipasi Covid-19, 103 Pegawai BPTP Balitbangtan Bengkulu Rapid Test

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Sebanyak 103 pegawai ASN dan outsourcing BPTP Balitbangtang Bengkulu lakukan Rapid Test, Selasa (8/9/20). Ini dilakukan untuk antisipasi paparan Covid-19 pada pegawai di lingkup Kementerian Pertanian karena semakin meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia dan khususnya di Bengkulu. Hasil rapid test daro 102 spesiment sampel yang dilakukan 100 orang non reaktif da 3 dinyatakan reaktif.

Kepala BPTP Balitbangan Bengkulu, Dr. Yudi Sastro, SP., MP yang ditemui saat kegiatan Rapid Test mengungkapkan, tujuan Rapid Test ini bukan untuk mengetahui karyawan positif terpapar Covid-19 atau tidak, namun lebih untuk antisipasi seperti halnya tujuan dari tes ini, yakni untuk mendeteksi antibodi.

“Apabila karyawan non-reaktif, maka bisa melakukan aktifitas normal dengan memperhatikan protokol kesehatan, sedangkan bagi yang reaktif, akan dilakukan tes lanjutan dan isolasi mandiri” ujar Yudi.

Baca juga: Diimingi dengan Uang Rp.20-50 Ribu, Kakek Cabuli Cucu Sendiri

Kata Yudi, kegiatan ini sesuia dengan intruksi Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono, sebagai langkah antisipatif, jajaran pimpinan Kementan terus diminta untuk melakukan langkah pencegahan secara ketat.

“Diantaranya pertama, penyemprotan disinfektan dilakukan ke seluruh ruangan Kantor lingkup Kementan. Kedua, melakukan protokol kesehatan secara ketat di setiap ruangan, termasuk peningkatan imunitas tubuh pegawai,” jelas Yudi.

Dilanjutkannya, ketiga, yakni melakukan pengaturan sistem bekerja dari rumah (work from home/WFH), dengan tetap dapat menyelesaikan pekerjaan/tugas. Keempat, mengurangi kegiatan yang bersifat pertemuan secara fisik (sebaiknya gunakan virtual). Kelima, meningkatkan jumlah pegawai untuk melakukan rapid test.

Pada kesempatan Rapid Test juga dibagikan secara gratis paket produk eucalyptus dari Badan Litbang Pertanian berupa roll on, inhalant dan kalung. Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M-pro. M-pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Baca juga : Polsek Penarik Raya Amankan Puluhan Batang Kayu, Diduga Hasil Pembalakan Liar

“Hasil penelitian menunjukkan Eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus. Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan,” terang Yudi.

Kementan turut menggandeng perusahaan swasta yakni PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan inovasi dan hilirisasi terhadap produk berbahan eucalyptus tersebut. PT Eagle Indo Pharma merupakan perusahaan swasta nasional yang dikenal dengan merk dagang Cap Lang dan memiliki produk-produk berkualitas di pasaran.(red/Rls)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: