Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Assesment Test JPT Dibuka, Hamka: Peserta Tidak Melek Teknologi Tersingkir dengan Sendirinya

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menghadiri sekaligus membuka Assesment Test untuk Jabatan Tinggi Pratama (JPT) tahun 2020 yang bertempat di Aula BPSDM Provinsi Bengkulu, Sabtu (22/8/20).

Penilaian ini dilaksanakan untuk pengisian beberapa jabatan eselon II yang kosong dilingkup Pemerintahan Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini akan diselenggarakan selama 2 hari.

Baca juga : 

Ops Aman Nusa II Ditingkatkan, Pasar dan Tempat Wisata Jadi Target

Ribut Soal Air Sawah, 2 Warga Seluma Berakhir di “Tangan” Bhabinkamtibmas

Hamka menyampaikan harapannya kepada peserta yang mengikuti assesment, untuk dapat memenuhi kriteria, dengan demikian akan adanya gambaran- gambaran baik kompetensi dan potensinya sehingga Pemerintah Provinsi Bengkulu mendapatkan pejabat berkualitas.

“Jadi dengan sistem ini nantinya bagi yang tidak memahami teknologi, pasti dia akan kalah dengan sendirinya. Untuk diketahui bahwa peserta assesment ini sendiri, sudah kita lihat datanya mayoritas diikuti oleh ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu,” ujar Hamka.

Ketua Tim Seleksi JPT Ridwan Nurazi yang juga merupakan Rektor Universitas Bengkulu menjelaskan, proses seleksi dilakukan oleh tim seleksi yang sudah ditunjuk dan dipercaya, untuk terlibat dari awal proses pendaftaran dilakukan secara online melalui website bkd.bengkulu.go.id, kemarin.

“Kita selaku tim seleksi akan mengerahkan semua tenaga agar proses assessment ini dapat berjalan dengan lancar selama 2 hari. Adapun kendala yang dirasakan peserta selama proses pengerjaan assessment ini, anggota kita siap membantu nantinya,” kata Ridwan.

Terkait adanya 2 orang peserta yang digugurkan untuk mengikuti assessment test ini, Ridwan membenarkan hal tersebut.

“Seperti yang tadi sudah saya sampaikan dalam sambutan tadi, bahwa memang adanya 2 orang peserta yang mengharuskan kita untuk mendrop dikarenakan ada sesuatu hal yang tidak bisa kita toleransi. Dan itu sudah kita rapatkan dan sepakat untuk tidak meloloskan kedua orang tersebut,” tutup Ridwan.(red/mcpb)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: