Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Belajar Langsung dengan Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta

REPORTASE RAKYAT, RR – Bengkulu, Sabtu 14 maret 2020, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bengkulu – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu melaksanakan Pelatihan Manajemen Masjid bersama Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

Pelatihan Manajemen Masjid ini dilaksanakan di gedung BAPELKES Provinsi Bengkulu. Kegiatan Pelatihan Masjid ini juga dukung oleh IPC Peduli dan DMDI (Dewan Masjid Digital Indonesia).

Kenapa Takmir Masjid Jogokariyan yang dipilih, karena saat ini masjid Jogokariyan adalah masjid percontohan di seluruh Indonesia.

Masjid Jogokariyan adalah masjid kampung di sudut kota Yogyakarta yang berada di jalan Jogokariyan 36 Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Istimewanya, masjid ini sholat shubuh berjamaah nya begitu ramai sehingga namanya tersohor ke mancanegara.

“Kita semua tahu dari Google, Shubuh di Masjid Jogokariyan ramai sekali jamaahnya dan yang paling menarik keuangan masjid diupayakan agar tiap hari pengumuman saldo infaq sebisa mungkin tersisa hingga nol rupiah, untuk itulah Kami dan ACT bersama MRI berkeinginan kuat mengajak Takmir Masjid Bengkulu belajar langsung dengan ustadz drh. Dwi Agus Abadiyanto,” ujar Apra Julianda Poetra, Marketing Komunikasi ACT Bengkulu.

“‘Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman dan pengetahuan pengelolaan manajeman masjid, sehingga masjid bisa menjadi rumah bagi ummat, bukan hanya sebagai tempat untuk sholat tapi bagaimana bisa memberdayakan dan mengembangkan kebermanfaatan untuk seluruh dalam memakmurkan baik masjid, jamaah dan lingkungan sekitar,” tambah Apra.

Kegiatan Pelatihan Masjid ini mengundang 100 Takmir/ pengurus Masjid yang tersebar di Kota Bengkulu dengan menghadirkan langsung Narasumber Ustadz drh. Dwi Agus Abadiyanto yang merupakan Ketua Umum Takmir Masjid Jogokariyan.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua MUI Kota Bengkulu Zul Effendi, Perwakilan GM PT Pelindo II Cabang Bengkulu Budi Utama, Perwakilan Kanwil Kemenag Bengkulu dan dibuka oleh Gubernur Bengkulu yg diwakili oleh Kabag Kesra Pemprov Bengkulu.

“Antusias yang luar biasa dari peserta di Kota Bengkulu, semoga ilmu manajeman masjid ini dapat di gunakan di masjid masjid yang hari ini sudah mendapatkan ilmu baru dalam kegiatan hari ini,” kata ketua Umum Takmir Masjid Jogokariyan Jogjakarta.

Selai itu Ustad drh. Dwi Agus Abadiyanto juga menambahkan, mengelola masjid itu fokus pada jamaah masyarakat nya, dan bukan hanya memperhatikan fisik masjidnya.

Selain mengundang Takmir Masjid di Bengkulu, ACT Bengkulu juga melanjutkan kegiatan Pelatihan ini di Kota Curup Rejang Lebong pada pagi ini (Ahad, 15 Maret 2020).

“Masjid itu seharusnya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. Bukan menjadi beban masyarakat, dan yang perlu di ingat Takmir Masjid itu adalah pelayan jamaah- khodimi dhuyufulloh, dan Takmir bukan penguasa masjid,” tegas Ketua Takmir Jogokariyan Yogyakarta.

Selain itu beliau juga menekankan prinsip pelayanan, dimana membuat masyarakat senang berada, berinteraksi dan beraktifitas di masjid dan melayani kebutuhan dan kepentingan mereka.

Salah satu peserta pelatihan Manajemen Masjid ini, Ketua Masjid Khairul Amal, Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar, Isral M Noer mengungkap rasa bahagia mendapatkan langsung ilmu dari Takmir Masjid Jogokariyan.

“Alhamdulilah hari ini kita bisa belajar langsung dengan Takmir Masjid Jogokariyan bagaimana caranya Jogokariyan menjadi salah satu pusat aktifitas kegiatan Islam yang paling semarak di Yogyakarta, yang terpenting kita semua mendapat ilmu dari Jogokariyan bagaimana dari masyarakat kita bisa membangun peradaban,” kata Isral M Noer. [Rls]

space-Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: