Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Brigjen TNI Yanuar Adil: Covid-19 Acaman Non Militer Terhadap Negara

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Negara dapat terancam baik secara militer dan non militer. Coronavirus disease-2019 (Covid-19) merupakan acaman non militer. Hal tersebut disampikan Danrem 041 / Gamas Provinsi Bengkulu Brigjen TNI Yanuar Adil dalam acara Webinar Optimalisasi Pendisiplin Protokol Kesehatan Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Balai Prajurit 041 Gamas, Rabu (15/7/20).

“Ini adalah bentuk implementasi bela negara bagi TNI untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 TNI wajib mengamankan keutuhan serta kedaulatan negara dalam bentuk ancaman dan gangguan apapun. Dengan menggunakan sistem Pertahanan Rakyat Semesta (PERSMESTA), dengan mengerahkan seluruh sumberdaya ,” ungkap Brigjen TNI Yanuar Aidil.

Menurutnya, sistim PERSMESTA mengerahkan seluruh warga negaranya dengan memberdayakan sumberdaya nasional dalam melindungi negara dari segala macam acaman di antaranya acaman militer maupun non militer.

Baca juga : 1 Pelaku Pengeroyokan Warga Bentiring Permai, Diringkus

“Ancaman militer adalah acaman yang mengunakan kekuatan bersenjata bentuknya diantaranya agresi militer, pelanggaran wilayah administrasi, spionase, sabotase, aksi teror bersenjata dan pemberontakan bersenjata. Sedangkan yang terjadi saat ini beruapa acaman non militer berdimensin ideologi politik ekonomi sosial budaya (ipolegsosbud),” ungkap Danrem 041 / Gamas.

Lanjut Darmen, viruscorona atau Covid-19 merupakan acaman non militer yang sedang terjadi saat ini, dan itu acaman nyata bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sekarang sedang perang menghadapi virus corona. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 menyatakan bahwa seluruh warga negara wajib turut serta membela dan mempertahankan negara.

Baca juga : Aniaya Wartawan Online, Kades Batu Raja Kol Jadi Tersangka

“Pemerintah dan masyarakat Indonesia serta stakeholder terkait harus berperan aktif dan siap untuk bela negara dalam hal memerangi wabah Covid-19 ini. Sebagai implementasinya sudah ditegaskan oleh pihak Kemenkes RI, untuk memerangi virus ini dengan tidak mengabaikan instruksi serta protokol kesehatan. Seperti sering mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak dan ditambahkan lagi harus tetap dirumah saja, ini juga sebagai bentuk wujud nyata kita untuk bela negara,” ujar Brigjen TNI Yanuar Aidil..

Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri sebagai salah satu nara sumber dalam acara Webinar mengatakan, sesuai peraturan Gubernur Bengkulu tentang tatanan kehidupan baru menuju masyarakat yang sehat, produktif, dan aman. Mengatakan, bahwa semua peraturan tersebut masih dalam tahapan proses.

“Penerapan protokol kesehatan di 5 tatanan, seperti; rumah tangga, sekolah, tempat kerja, fasilitas umum, fasilitas transformasi, dilanjutkan dengan pengaturan kegiatan sosial dan budaya. Dan semua itu butuh proses, termasuk penghentian sementara masa transisi,” ungkap Hamka.

Baca juga : Lagi Transaksi Narkoba 2 Warga Kota, Diringkus Polda Bengkulu

Di samping itu, Sekda Hamka juga menyampaikan upaya pencegahan yang sudah dilakukan Pemprov ialah pengaktifan posko perbatasan antar provinsi dan mensosialisasikan serta edukasi secara masif dan intensif kepada masyarakat.

“Dari upaya pencegahan yang sudah dilakukan, kita terus evaluasi nantinya melalui pembuatan peraturan gubernur. Barangkali di peraturan itu nanti akan ada sanksi hukum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun tujuannya tetap demi kebaikan masyarakat dikehidupan baru,” jelasnya. (cw1)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: