Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Diduga Keracunan Makanan, 50 Santri Hidayatullah Qomariyah Dilarikan ke RSHD Kota Bengkulu

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Sekitar 50 orang santri pondok pesantren Hidayatullah Qomariyah diduga keracunan makanan yang mereka konsumsi. Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Camat Kampung Melayu Rosminiarty menerima laporan langsung merespon serta membawa mereka ke RSHD Kota Bengkulu untuk mendapat pertolongan medis, Jumat (14/8/20).

Para santri ini diduga keracunan makanan karena baru saja menyantap makanan berupa nasi dan sambal telur, Jumat pagi di ponpes Hidayatullah Qomariyah, Jalan Sukamaju, Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu.

Baca juga : Jual Emas Palsu, Pedagang Emas di KZ. Abidin Ditangkap Polisi

Kepala Ponpes Hidayatul Qomariyah, KH Aly Sodik mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab 50 santrinya ini keracunan. Ia mengatakan Jumat pagi sebanyak 350 santri sarapan nasi dengan sambal telur. Namun dari 350 santri, 50 orang terpaksa dilarikan ke empat rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kejadiannya saat saya di luar. Kita belum dapat menyimpulkan penyebab pasti keracunan ini, tapi untuk santri kita yang keracunan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” terang Aly.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawaty menyampaikan untuk sample makanan sudah diambil oleh BPOM. Sample akan diperiksa untuk mengetahui penyebab pasti keracunan santri Ponpes Hidayatul Qomariyah ini.

“Saat ini sample makanan tersebut sedang diperiksa di BPOM. Untuk santri yang keracunan sudah mendapat perawatan medis,” demikian Susilawaty.

Baca juga : Bayi Jantung Bocor, Butuh Uluran Tangan Dermawan untuk Operasi di RS Harapan Kita

Kapolres Bengkulu Polda Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak S.Ik melalui Paur Humas Aipda Widodo mengungkapkan, begitu mendapatkan informasi adanya kejadian keracunan itu, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta penyelidikan penyebab terjadinya keracunan massal tersebut.

“Korban telah kita lakukan evakuasi, sample makanan telah di ambil untuk uji laboratorium guna mengetahui penyebab keracunan massal tersebut. Kemudian memintai keterangan saksi, dari pihak pesantren dan melakukan pemeriksaan terhadap sample makanan dan muntahan ke BPOM Labkesda Pemprov Bengkulu,” terang Aipda Widodo.(red/mckb/tribrata)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: