Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Dihantam Arus Ombak Pantai Pasar Ipuh, Nelayan Ipuh Ditemukan Tak Bernyawa

Mukomuko, ReportaseRakyat.com – Salah seorang nelayan warga Desa Manunggal Jaya Herman (45), Kecamatan Ipuh, Kabupeten Mukomuko ditemukan ditemukan tewas tenggelam di Muara Pantai Desa Pasar Ipuh. Peristiwa ini terjadi pada Selasa tanggal (04/08/20) sekira pukul 11.45 Wib.

Kejadian bermula saat korban bersama temannya AAN (30) dan SAMIR (40) berangkat mencari ikan dengan menggunakan rewai (pancing) di laut menggunakan kapal mesin kecil (Jokong).

Melihat cuaca mulai mendung kemudian ketiganya sepakat untuk kembali ke darat. Namun naas Jokolong yang digunakan kandas (karam) di pasir yang masih berjarak 500 meter dari bibir pantai.

Aan dan Samir kemudian berinisiatif pindah ke Jokong temannya yang berada tidak jauh dari TKP sementara korban masih berada diatas Jokong yang kandas tersebut. Tidak berapa lama Jokong yang dinaiki korban dihantam ombak hingga terbalik terbawa arus.

Korban yang menggunakan pelampung berusaha meraih Jokong yang sudah terbalik sebagai pegangan namun ajal sudah berkehendak badan korban terlilit tali Rewai yang hanyut terbawa arus sehingga korban tertarik tali rewai yang hanyut sejauh 200 meter dari Jokongnya.

Tak lama berselang korban sudah ditemukan dalam keadaan mengapung dan meninggal dunia, mengetahui kejadian tersebut ketua kelompok nelayan Pasar Ipuh Limsumin langsung menghubungi anggota Polsek Mukomuko Selatan.

Kapolsek Mukomuko Selatan, Polres Mukomuko Polda Bengkulu Iptu Fajri Amelia Putra, STK.,SIK mengetahui hal tersebut mengatakan dirinya bersama anggota dengan menggunakan mobil patroli langsung meluncur ke TKP.

“Sesampainya di TKP korban yang sudah dibawa ke darat oleh nelayan, mengunkan mobil patroli korban dievakuasi ke Puskesmas Ipuh”, jelasnya.

Atas permintaan keluarga korban agar tidak dilakukan visum, dokter Puskesmas Ipuh hanya melepas pelampung dan pakaian serta celana yang digunakan korban lalu menutupnya dengan kain yang dibawa keluarga korban.

Selanjutnya korban di bawa oleh pihak keluarga dengan menggunakan ambulance Puskesmas ke rumah orang tua korban di Desa Tanjung Harapan, Kec. Ipuh untuk dimakamkan.(tribrata)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: