Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Kepala BNN Kota: Tersangka Kasus Narkotika Diancam Pidana 8 Tahun Penjara

REPORTASE RAKYAT, RR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu dibawah kepemimpinan AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos sangat serius dalam memberantas peredaran Narkotika di Ibukota Provinsi Bumi Rafflesia.

Hal ini terbukti, saat jumpa pers dan pers rilis yang dilakukan BNN Kota Bengkulu tadi siang bertempat di Kantor BNN Kota, Kepala BNN Kota Bengkulu membeberkan dan mengungkap kasus tersangka Narkotika jenis sabu golongan 1 dengan masing-masing tersangka bernama tersangka 1 Vatrisia Meilin (23) alias VM warga Simpang Kandis Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu, tersangka 2 bernama Jimi Karter (37) alias JM warga Jl. Cempaka Kelurahan Kebun Beler Kecamatan Ratu Agung dan tersangka 3 Imron Syahputra alias Oon (39) warga Kelurahan Kebun Ros Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.

“Masing-masing tersangka ini bisa diancam pidana 8 tahun penjara. Pasal yang dikenakan terhadap tersangka ini Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada Pasal 114 ayat 2 dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga),” jelas Kepala BNN Kota saat diwawancarai segenap Wartawan, Selasa (2/4).

Ditambahkan Alexander, untuk lebih lanjutnya tersangka ini akan dilakukan pengembangan secara lebih mendalam apakah ada pihak lain juga atau tidak.

“Untuk proses lebih lanjutnya masih dalam pengembangan. Ketiga tersangka ini, salah satu diantaranya perempuan muda Ibu Rumah Tangga (IRT) dan dua tersangka lainnya merupakan warga binaan Lapas Kelas IIA Kota Bengkulu,” tutupnya. [ACU]

space-Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: