Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Klarifikasi RSUD M Yunus, Terkait Meninggalnya Korban Lakalantas Asal BS

Klarifikasi terkait penolakan pasien Lakalantas meninggal setelah ditolak 4 RS di Kota Bengkulu

Bengkulu, RepotaseRakyat.com- Penjelasan resmi Pemerintah Proponsi Bengkulu melalui managemen RSUD M Yunus Bengkulu, mengatakan tidak ada pembiaran terhadap pasien kritis non Covid-19.

Hal ini diperkuat telah diisolasikannya (merawat) beberapa pelayanan kesehatan RSUD M Yunus, yang tetap dilakukan sejak 11 hingga 2 Mei 2020. seperti pelayanan syaraf, telesenia dan lainnya.

“Jadi terhadap penanganan kesehatan yang tidak ada atau tidak bisa dilakukan oleh Rumah Saskit penyangga lainnya di Bengkulu. RSUD M Yunus siap untuk untuk melakukan penanganan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tegas Dirut RSUD M Yunus Bengkulu Zulkimaulubu Ritonga, Rabu (3/6/20).

Ditambahkan Wadir Pelayanan Umum RSUD M Yunus Bengkulu Ismir Fahri, sejak pasien berada di IGD M Yunus telah dilakukan penanganan sesuia SOP rumah sakit.

“Jadi penaganan pasien saat itu sudah dilakukan dengan baik. Dari kronologi yang saya sampaikan tadi menunjukan kita dari RSUD M Yunus tidak melakukan penolakan,” jelas Ismir Fahri.

Sementara itu berdasarkan keterangan Hermawan salah seoarang perawat RSUD M Yunus, yang sempat menganai almarhum. Bahwa tindakan perawatan yang telah dilakukan sesuai aturan maupun standar penaganan pasien yang dirawat di rumah sakit. Semua berjalan wajar, tidak ada satupun prosudur penananganan yang tertunda.

Bahkan ketika pasien dinayatakan meninggal dunia pukul 10.08 WIB, lanjut Hermawam ibu korban menyampaikan ucapan terima kasih telah merawat dan menyiapkan jenazah untuk dibawa pulang.

“Terima kasih nak sudah menerima dan merawat anak kami,” tutur Herwan menyampaikan pesan ibu almarhum.

Seperti dilansir Kompas.com, Selasa (2/6/20) bahwa kakak almarhum Feriansyah merasa kecewa dengan pelayanan beberapa rumah sakit yang ada di Bengkulu.

Adiknya yang kondisinya kritis setelah mengalami kecelakaan tunggal Senin (1/6/20) diperbatasan Bengkulu Selatan dan Seluma. Ditolak dirawat setelah mencoba mendatangi 4 rumah sakit yang ada di Kota Bengkulu.

Di rumah sakit pertama RS Bhayangkara ditolak dengan alasan tidak menyertai surat rujukan pasien. Akhirnya keluarga berinisiatif membawa ke Ruah Sakit Harapan Doa (RSHD) milik Pemkot Bengkulu.

Penolakan kembali terjadi dengan alasan RS sedang lagi sterilisasi perawatan Covid-19 serta sejumlah tenaga medis masih menjalani isolasi. Sempat ditawarkan solusi oleh pihak RSHD, korban bisa dirawat menempati ruangan bekas pasien Covid-19.

Selanjutnya mendatangi RS Tiara Selas, penolakan kembali terjadi dengan alasan peralatan tidak memadai untuk merawat korban. Alternatif lain keluarga mendatangi RS Raflesia, namun IGD tutup.

Alternatif terakhir datang ke RSUD M Yunus Provisni Bengkulu, sempat berdebat dengan pihak rumah sakit. Akhirnya korban mendapat perawatan dan penanganan medis RSUD M Yunus.Tuhan berkehendak lain sekitar pukul 09.10 WIB meninggal dunia.(Red)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: