Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Kompak Kepsek SD/SMP se-Kota Bengkulu Gelar Pertemuan, Bantah Statemen Ketua PGRI

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Menanggapi pernyataan disampaikan oleh Heri Suryadi Ketua PGRI Kota Bengkulu, bahwa masyarakat tidak berharap lagi seragam sekolah gratis dari Pemkot. Serta statemennya yang mengatakan sekolah SD/SMP negeri dan swasta sudah memungut uang seragam, Selasa (28/7/2020) seluruh kepala sekolah SD/SMP se-Kota Bengkulu gelar pertemuan.

Pertemuan di kantor Dinas Pendidikan Kota Bengkulu langsung dihadiri serta dipimpin oleh Kadis Diknas Kota Bengkulu Rosmayetti. Bertujuan klarifikasi sekaligus menyatukan suara serta menyayangkan apa yang disampaikan Ketua PGRI melalui media. Selaain itu membantah kalau sekolah sudah memungut uang seragam dari siswa.

“Bahasa yang disampaikan bahwa sekolah melakukan penjualan seragam itu keliru besar. Sekolah tidak melakukan penjualan seragam. Termasuk penyataan bahwa orangtua masyarakat tidak berharap lagi seragam sekolah gratis. Masyarakat sangat berharap dan menunggu,” jelas Rosmayetti.

Baca juga : 5 Hari Ops Patuh Nala 2020, Polda Bengkulu dan Jajaran Berikan 898 Tilang

Dikatakan Rosmayetti, dia dan seluruh Kepsek sangat menyayangkan statemen itu yang berkata seolah oleh mengatasnamakan sekolah dan wali siswa.

“Kepala sekolah lebih tahu kondisi di lapangan, termasuk dari orangtua siswa. Semua sekolah tidak ada yang menjual seragam. Baik sekolah maupun orangtua sangat mengharapkan seragam gratis dari pemkot dan saat ini sedang berproses,” sampai Rosmayetti.

Karena statemen dari Ketua PGRI itu lanjut Rosmayetti, makanya hari ini banyak Kepsek yang menyampaikan ke Diknas agar mereka dipertemukan.

“Sudah sampaikan surat edaran bahwa untuk proses pakaian seragam gratis itu ada prosesnya. Kepala sekolah tolong sampaikan ke orangtua siswa harap bersabar. Itu bukan iming-iming pemerintah tapi keinginan yang tulus dari wali kota yang ingin membantu masyarakat Kota Bengkulu,” ujar Rosmayetti.

Baca juga : KBR Detasemen Gegana Birmob Polda Bengkulu, Turun Pendataan dan Zonasi Covid-19 di Lingkar Barat

Rumi Atenah perwakilan Kepsek yang kini bertugas di SMPN 5 Kota Bengkulu dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada sekolah yang menjual seragam atau pun memungut uang pakaian kepada siswa, termasuk di SMPN 5.

“Saya terkejut membaca statemen dari Ketua PGRI Kota, karena kami sebagai kepala sekolah tidak ada memungut uang pakaian dari pendaftaran sampai sekarang. Bahkan orangtua masih berharap sesuai dengan komitmen pak wali kota akan diberikan seragam gratis,” demikian Rumi. (mckb)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: