Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Lomba Mekepung Lampit Potensi Jadi Obyek Wisata

reportaserakyat.com – Jembrana, Mekepung adalah atraksi Karapan Sapi berasal dari Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Mekepung artinya berkejar-kejaran yang mana inspirasi ini muncul dari kegiatan tahapan proses pengolahan tanah sawah yaitu tahap melumatkan tanah menjadi lumpur dengan memakai Bajak Lampit Slau.

Mekepung Lampit hari ini, Minggu (1/12) pagi digelar di Sirkuit Mekepung Lampit, Subak Tegalwani, Pangkung Jajung Cibunguran, Jl. Sedap Malam No. 333 Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali tampak dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha,  Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, dan pejabat lainnya serta ribuan masyarakat Kabupaten Jembrana.

Ketua Panitia I Made Mara menyatakan, “Dalam lomba ini semua yang menang akan tetap mendapat piagam untuk memotivasi bagi para peserta. Harapan mekepung tetap lestari dan saya minta dukungan untuk Pemerintah Daerah untuk melestarikan Bumi Makepung yang ada di Kabupaten Jembrana.”

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha,  mengatakan, “Pembangunan Kepariwisataan merupakan salah satu program prioritas di Kabupaten Jembrana yang dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan program kepariwisataan berbasis masyarakat, erat sekali kaitannya dengan segala potensi yang ada di masyarakat yang meliputi keindahan alam, keunikan/kekhasan seni dan tradisi budaya yang ada di masyarakat.”

Pengembangan dan promosi potensi daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tugas bersama, imbuhnya. “Cara yang dapat ditempuh melalui berbagai cara termasuk salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Mekepung Lampit Tahun 2019,” jelas Putu.

Putu juga mengungkapkan Mekepung Lampit sebagai salah satu tradisi khas dan budaya masyarakat Kabupaten Jembrana telah mewarnai dinamika daerah dan masyarakat agraris Jembrana. “Selain sebagai ekspresi seni budaya tradisional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, makepung lampit juga merupakan aset pariwisata yang strategis dan potensial, karena daya tarik dan keunikannya yang tiada duanya di Bali dan bahkan di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Lebih lanjut Putu Artha menyebutkan, selain bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya dan sebagai ajang promosi pariwisata Kabupaten Jembrana pada khususnya dan Bali pada umumnya, pelaksanaan Lomba Makepung Lampit juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor pembangunan yang lain seperti pertanian dan peternakan khususnya pelestarian kerbau.

“Lomba Makepung Lampit kali ini merupakan salah satu wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya sekaa makepung lampit dalam membangun dan mengembangkan pariwisata Jembrana. Hal tersebut sejalan pula dengan kebijakan pengembangan kepariwisataan yang diarahkan dalam rangka mewujudkan destinasi dan atraksi wisata yang berdaya saing dengan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, yang nantinya diharapkan mampu sebagai wahana untuk menciptakan kesempatan berusaha, bekerja, dan berinvestasi di bidang pariwisata,” ungkap Putu.

Putu juga menghimbau agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan berkelanjutan sehingga menjadi salah satu event tahunan di Kabupaten Jembrana.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana tentu akan terus berupaya untuk memberikan dukungan seoptimal mungkin demi terselenggaranya kegiatan ini demi kemajuan pariwisata Jembrana,” tuturnya. (Pam)

space-Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: