Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Mengunjungi Jama’ah Suluk Tarekat Naqsabandiyah Bengkulu Selatan

BENGKULU, RR – La iIaha illallah, lafadz itulah yang pertama terdengar ditelinga ketika sampai mengunjungi lokasi Tarekat Naqsabandiyah di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Semilir angin menambah kesejukan jama’ah Tarekat Naqsabandiyah yang berlokasi di tepi Sungai Bengkenang ini. Buya Syaikh Muhammad Zaman R Pimpinan Suluk Jama’ah Tarekat Naqsabandiyah mengatakan, kegiatan suluk ini rutin dilakukan setiap tahunnya yang bertujuan untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk.

“Dalam diri kito ado duso, sifat marah, sifat bengis, sifat dendam, sifat dengki, sifat hasad, sifat munafik, nah itulah duso galau, itulah yang perlu kita buang, nah itulah tujuan kita, membuang sifat-sifat mazmumah dan memasukkan sifat-sifat mahmudah sehingga kita taat lahir taat batin,” kata Buya, Jum’at (25/5).

Baca juga: Santri ini Hafal 30 Juz Al-Qur’an dalam Waktu yang Singkat, Apa Saja Tips nya?

Haryudi salah satu jama’ah suluk Tarekat Naqsabandiyah di Kabupaten Bengkulu Selatan dari Bogor menambahkan bahwa selama mengikuti kegiatan suluk ini, seseorang akan mendapatkan sifat-sifat baik, tentunya yang sifat buruk berubah menjadi sifat yang baik.

“Yang didapat itukan sifat-sifat baik, kalau mereka yang berhasil, jadi sifat-sifat yang buruk itu akan berubah menjadi sifat-sifat baik, yang pemarah menjadi sang penyabar, pendendam menjadi pemaaf, pelit menjadi pengasih, kan gitu, jadi tujuan disini dalam membersihkan diri dari sifat-sifat buruk menjadi sifat-sifat baik, jadi setelah mereka kembali pada masyarakat. Mereka akan menjadi masyarakat yang baik. Kalau mereka bersungguh-sungguh beramal,” kata Yudi.

FATKUR ROHMAN

space-Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: