Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Pelanggaran Ham dan Pencideraan Hak Konstitusi Masyarakat Desa Talang Empat oleh PT. PMS

REPORTASE RAKYAT, RR – Pencemaran lingkungan hidup di Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah semakin massif terjadi, hal tersebut disebabkan oleh hasil pembakaran cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk produksi CPO Kelapa Sawit oleh PT. Palma Mas Sejati (PT PMS), hal tersebut sangat meresahkan masyarakat sekitar selain hal tersebut masyarakat Desa Talang Empat menemukan Limbah Cair yang diduga di buang oleh PT. Palma Mas Sejati ke media lingkungan yaitu anak Sungai Baseri yang merupakan Sub daerah aliran sungai Air Bengkulu tanpa dilakukan pengelolaan terlebih dahulu.

“Hadirnya PT. Palma Mas Sejati di Desa Talang Empat sejak Tahun 2008 sangat meresahkan masyarakat, selain hak asasi manusia dan hak konstitusi masyarakat Desa Talang Empat terhadap Lingkungan yang bersih dan sehat telah di rampas oleh PT. Palma Mas Sejati, Indikasi pencemaran tersebut sebenarnya juga sudah sepatutnya dilakukan penegakan hukum, terkait hal tersebut masyarakat juga sudah mengumpulkan alat bukti terhadap pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Palma Mas Sejati, Bahwa PT Palma Mas Sejati telah membuang libah cair B3 ke anak Sungai Baseri yang merupakan anak dari daerah aliran sungai Air Bengkulu sehingga menyebabkan pencemaran dan pengrusakan di daerah aliran sungai air Bengkulu, perbuatan pencemaran yang menyebabkan perubahan lingkungan hidup tersebut adalah kejahatan lingkungan hidup berdasarkan pasal 60 jo. Pasal 104 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ujar Dede Frastien Manager Kampanye Industri Ekstraktif WALHI Bengkulu.

Dede menambahkan Bahwa PT. Palma Mas Sejati diduga telah melakukan pencemaran udara dan/atau damping limbah fly ash bottum ash hasil pembakaran cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk produksi CPO Kelapa Sawit, sehingga hal tersebut melanggar ketentuan Pasal Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang berbunyi: Pasal 59 ayat 1 : “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya”. Pasal 103 : “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).”

Heri Kiswanto Koordinator Forum Peduli Lingkungan Desa Talang Empat mengatakan bahwa hadirnya perusahaan tersebut telah memberikan dampak lingkungan hidup dan juga merusak tataran sosial masyarakat Desa Talang Empat.

“Kami mengharapkan Pemerintah Kabupaten Tengah dapat melakukan penertiban dan pencabutan izin terhadap PT. Palma Mas Sejati, selain meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan, kontribusi PT. Palma Mas Sejati tersebut tidak memberikan kontribusi Positif apapun untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Talang Empat,” tutupnya. [Rls]

Ket: Limbah cair yg dibuang di sungai Baseri Desa Talang Empat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: