Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Peringati HKAN, Gubernur: Kelola Potensi Hutan, Tetap Jaga Kelestarian

Rejang Lebong, ReporaseRakyat.com – Pelaksanaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 di pusatkan di kawasan hutan Mahoni, Damar dan Pinus (MADAPI) TNKS Desa Pall 8, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Lebong, Sabtu (8/8/20). Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berpesan kepada masyarakat serta pihak-pihak terkait untuk bisa menjaga kelestarian hutan agar tetap terjaga dengan baik.

“Seperti lokasi ini hutan Mahoni, Damar dan Pinus (MADAPI) ini contohnya. Pohon Damar itu berkorban darah atau getahnya untuk dinikmati oleh manusia. Pesan saya kepada pihak terkait untuk saling menjaga dan melindungi lingkungan terutama daerah konservasi hutan,” ungkap Rohidin.

Untuk itu harapan Gubernur, masyarakat tetap bisa mengelola sumber daya hutan. Tanpa harus merusak ekosisistem baik flora serta fauna yang ada di kawasan hutan tersebut. Tentunya dengan mengelola potensi hutan, dengan tetap menjaga serta melestarikan hutan tersebut.

Baca juga : Ungkap Penyalahgunaan Sabu, Polda Bengkulu Amankan Perempuan Warga Bandar Lampung

Hadir dalam kegiatan Road To HKAN 2020 dan peringatan International Tiger Day 2020, Wiratno Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisistem (KSDAE) Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah,Bupati Rejang Lebong di wakili Asisten 1, Danrem Gamas, Kapolres, Kajari, pemerhati lingkungan dan unsur kelompok petani.

Kades Babakan Baru, Kabupaten Lebong mengharapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat memperjuangkan agar sebagian lahan yang ada disekitar Taman Hutan Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang berstatus sebagai hutan negara bisa di kembalikan ke hutan adat. Karena masyarakat sangat membutuhkan hutan tersebut, bisa dikelola untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Apalagi diasaat masa sulit ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, warga juga berharap adanya program pembangunan seperti objek wisata Air Terjun Batu Beting, saat ini masih belum di kelola dengan baik. Sehingga masih membutuhkan fasilitas-fasilitas agar bisa bermanfaat bagi peningkatan perekonomian warga maupun daerah.

Selain itu, masyarakat juga mengharapkan komoditi kopi petani di Rejang Lebong dapat di promosikan ke tingkat nasional serta internasional. Karena komoditi kopi menjadi salah satu yang di hasilkan oleh warga.

Baca juga : Kades dan Babinsa, Bhabinkamtibmas Gelar Problem Solving Damaikan Warga

Menanggapi aspirasi warga yang disampaikan oleh Kades Babakan, Gubernur Rohidin Mersyah mengakui telah mengakomodir usulan tersebut. Saat ini Perintah Provinsi (Pemprov) telah berupaya mengusulkan aspirasi masyarakat tersebut ke pemerintah pusat.

“Pemprov telah mengusulkannya pusat. Apakah di perbolehkan, itu kewenangan tersebut bukan berada di Pemprov. Untuk pembangunan fasilitas objek wisata Air Terjun Batu Betiang, akan segara di bantu agar potensi wisatanya dapat dikelola dengan makmsimal,” ungkap Rohidin.

Dalam kesempaan tersebut Gubernur, menyerahkan bantuan Rp. 50 juta kepada kelompok tani hutan yang ada di Desa Pal 8, Kabupaten Rejang Lebong.(awan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: