Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238

SE Wali Kota Nomor 450, Tata Cara Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi

Kapolres Bengkulu Belum Beri Izinkan Keramian

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Kesbangpol mengeluarkan surat edaran, SE Nomor 450/ 18/B.Kesbangpol, mengatur pelaksanaan pesta perkawinan dalam masa pola hidup baru, yang ditandatangani Wali Kota Helmi Hasan, Senin (29/6/2020).

SE ini, sengaja dibuat dan diedarkan untuk jadi pedoman bagi masyarakat yang hendak menggelar acara pesta pernikahan di masa pola hidup baru. Namun tetap, memperhatikan protokol kesehatan.

“Dalam rangka menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat mengenai pola hidup baru atau new normal maka untuk pelaksanaan kegiatan sosial dan budaya khususnya pesta pernikahan perkawinan harus memenuhi persyaratan. Itu sudah kita sampaikan dalam surat edaran,” ujar Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.

Baca juga : Jelang HUT Bhayangkara ke-74 Kapolda Bengkulu, Ziarah TMP Balai Buntar

SE Wali Kota  mengatur tentang tata cara dalam menggelar acara pesta pernikahan, agar kiranya dapat dipahami dan harus dipatuhi oleh masyarakat Kota Bengkulu.

“Pertama, masyarakat yang akan melakukan hajatan pesta pernikahan harus memastikan jumlah pengunjung tidak melebihi 50% dari kapasitas gedung atau tenda. Apabila pesta dilakukan di rumah harus dengan penerapan ketat di pintu masuk oleh petugas yang ditunjuk atau membatasi jam kunjungan tamu,” jelas Wali Kota.

Setiap orang yang melaksanakan dan menghadiri pesta pernikahan wajib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun di depan tenda atau pintu masuk, melakukan cek suhu tubuh bagi setiap orang yang datang ke tempat pesta dengan thermogun.

Baca juga : Perkuat Kapasitas PPK dan PPS, KPU Kaur Gelar Bimtek

“Menyediakan hand sanitizer di setiap ruangan atau lokasi. Orang yang mengalami gejala demam atau batuk, pilek, bersin, atau nyeri tenggorokan dan sesak nafas dilarang menghadiri pesta pernikahan,” kata Helmi Hasan dalam SE tersebut.

Membersihkan dan melakukan desinfeksi pada tempat kegiatan pesta sebelum acara dimulai. Yang tak kalah penting yakni menjaga jarak aman (Physical Distancing) paling sedikit 1 meter antar orang dan tidak bersalaman atau kontak fisik.

“Masyarakat yang mengadakan pesta membuat surat pernyataan akan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sebelum rekomendasi izin keramaian dikeluarkan. Kemudian disarankan untuk kegiatan konsumsi menggunakan nasi kotak atau bentuk lain yang mengurangi interaksi antara pengunjung pesta,” jelasnya lagi.

Terakhir, meniadakan kegiatan malam seperti lomba song, main domino dan hiburan musik pada malam hari karena berpotensi mendatangkan banyak orang dan sulit untuk dikendalikan.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak saat mengikuti Vicon Senin (29/6/20) bersama Walikota Helmi Hasan, Wakil Wali Kota Dedi Wahyudi, Forkopinda dan beberapa OPD Kota Bengkulu, mendukung penuh kebijakan pemerintah Kota Bengkulu dalam menangani Covid -19 pada tatanan kehidupan baru.

Baca juga : Pandemi Covid-19, Pembangunan Rumah Singgah Dinsos Kota Bakal Tertunda

“Kita siap mendukung kebijakan pemerintah, dalam tatananan kehidupan baru ini, kita mempersiapakan secara matang dan jangan sampai ada peningkatan lagi. Menyikapi hal itu, kita terus mengimbau masrayakat untuk mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ujar Pahala

Selain itu, menanggapi surat telegram nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020. Pihak Polres Bengkulu belum memberikan izin kegiatan yang sifatnya membuat keramaian.

“Sampai sekarang kegiatan yang mengundang keramaian atau pesta kami belum memberikan izin. Apabila harus diperbolehkan nantinya, kita minta pihak terkait harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan,” tambahnya.(rilis)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: