Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Swab Nyatakan Wali Kota Positif Covid-19, Tim Hukum Pemkot: Jangan Ada Rekaya Hasil Swab

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Kuasa hukum Pemerintah Kota Bengkulu, mewakili Wali Kota Bengkulu, H. Helmi Hasan menyampaian pernyataan terkait informasi yang berkembang dan beredar di berbagai media yang menyatakan Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan terkonfirmasi positif Covid -19 dan menjadi kasus nomor 344 di Bengkulu, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melalui rilis resmi, Selasa (1/9/20).

Dalam press relase yang diterima reportaserakyat.com, Selasa (2/9/20) lalu, Tim Hukum Pemkot Bengkulu menyampaikan bahwa Wali Kota bengkulu H. Helmi Hasan, alhamdulillah saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan aktivitas pemerintahan di Kota Bengkulu tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Disampaikan juga, Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan telah melakukan pemeriksaan ulang SWAB Nasofaring & Orofaring di Mayapada Hospital Jakarta, dan telah diterbitkan laporan hasil laboratorium tanggal 1 September 2020 menyatakan Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan dinyatakan “Negatif” Covid-19.

Baca juga : Endorse dan Promosikan Situs Judi Online, Selebgram Bengkulu Diringkus Polda Bengkulu

“Hasil pemeriksaan laboratorium RSUD M. Yunus yang menyatakan Wali Kota Bengkulu, H. Helmi Hasan terkonfirmasi covid-19 sebagaimana disampaikan Kadis Dinkes Provinsi Bengkulu, patut diragukan validitasnya karena telah terbantahkan kebenarannya berdasarkan hasil uji ulang SWAB yang dilakukan di Mayapada Hospital Jakarta, diperkuat juga dengan adanya hasil laboratorium beberapa orang lainnya yang juga ikut melakukan pemeriksaan SWAB, Salah satunya bapak Muslihan DS dan keseluruhan hasil laboratorium juga menyatakan “Negatif” Covid-19,” ungkap tim kuasa hukum Pemkot dalam press relasenya.

Dalam relase tersebut tim Hukum Pemkot Bengkulu, meminta aparat penegak hukum dalam hal kepolisian untuk mengusut kemungkinan adanya dugaan rekayasa terkait dengan hasil uji Swab yang menyatakan Wali Kota Bengkulu terkonfermasi Positif Covid-19.

“Kami tidak menuduh pihak manapun, tapi kami meminta Aparat Penegak Hukum (Kepolisian) demi kepentingan masyarakat Provinsi Bengkulu, dapat mengusut adanya dugaan-dugaan rekayasa sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP atau tindak pidana menyebarluaskan informasi tidak benar sesuai ketentuan UU ITE dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang bertanggungjawab dan ikut terlibat dalam penerbitan hasil Uji Swab Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan yang menyatakan terkonfirmasi “Positif” Covid-19,” jelas Tim Hukum Pemkot.

Baca juga : Antisipasi 3C, Polsek PUT Sasar Perumahan Warga hingga Lintas Curup-Lubuklinggau

Status yang dilekatkan kepada Wali Kota Bengkulu sebagai pasien terkonfirmasi covid-19 oleh Dinkes Provinsi Bengkulu, jelas telah merugikan Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan, karena menimbulkan dampak negatif berupa keresahan dan fitnah serta mempengarui kinerja di lingkungan pemerintahan kota bengkulu kedepannya

Wali Kota Bengkulu, H. Helmi Hasan meminta masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tetap berikhtiar menjalankan protokol covid-19, mencuci tangan dan menggunakan masker serta berdoa agar pandemi covid-19 ini dapat segera berakhir dan kita semua dilindungi Allah Subhanawatallah.

Baca juga : Terlibat 7 TKP, 2 Pencuri Ditangkap Polisi

Menaggapai peryataan release Tim Hukum Pekot Bengkulu, Jecky Haryanto, SH salah seoarang Tim Konsulan Hukum Pemerintah Provinsi Bengkulu, mengatakan, jangan lagi meminta penegah hukum untuk memproses, dia menyarankan pihak yang tidak terima dengan hasil Swab tersebut untuk melaporkannya ke pihak penegak hukum. Dengan demikian nantinya, persoalan ini dapat terang benderang.

“Kalau ada pihak yang sengaja untuk membuat suasana menjdi tidak kondusif dan tidak mempercayai, apabila hasil Swab yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus itu aba-abal, sedangkan RSUD M Yunus adalah rumah sakit rujukan di daerah dan mereka akan melaporkan sampai ke gugus tugas Nasional,” demikian Jecky saat di hubungi via handphone, Kamis (3/8/20). (red/awan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: