Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Aplikasi BERIJO, Belanja Aman Tekan Penyebaran Covid-19

Bengkulu, ReortaseRakyat.com – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat dengan melakukan transaksi non tunai.Dikondisi saat ini, transaksi tunai sangat rentan terjadi penyebaran virus corona.

Upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) meluncurkan Belanjo Sayur Sembako di Rumah Ajo (BERIJO) menggunakan aplikasi besutan BI yaitu, Quick Respon Code Indonesia Standar (QRIS).

“Nanti bisa secara online, sehingga pada sisi penyebaran Covid-19 dapat kita cegah. Akses keuangan semakin meningkat dan etalase keuangan kita semakin baik, serta situasi seperti ini dapat membuat transaksi keuangan kita jadi lebih aman, lebih mudah dan lebih cepat,” tutur Gubernur Rohidin Mersyah, saat Lounching BERIJO, di Hotel ternama Kota Bengkulu, Selasa (4/8/20).

Gubernur juga mengapresiasi kerjasama Bank Indonesia dan Bank Bengkulu yang telah mensuport program ini, sehingga dapat melounching pada tahun pertama ini terhadap 70 orang pedagang sayur keliling yang menggunakan aplikasi QRIS, aplikasi keuangan secara online tersebut.

“Sehingga masyarakat, baik penjual maupun pembeli dapat dengan mudah melakukan transaksi yang
aman di masa Covid-19 ini,” ujarnya.

Supaya program ini berjalan serta berhasil, kata Gubernur, masyarakat hendaknya disuport dengan instrumen peralatan dan regulasi pendukung. Sangat penting edukasi kepada masyarakat dalam transpormasi dari transaksi konveksional atau tunai ke transaksi non cash atau secara digital.

“Untuk itu, perlu ada edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam penggunaan aplikasi ini, agar dapat berjalan efektif sesuai dengan program yang kita rencanakan,” ujar Gubernur Bengkulu ke sepuluh ini.

Selain mempermudah akses masyarakat dalam bertransaksi, jelas Gubernur, program ini selaras dengan program pemerintah untuk memperluas akses keuangan para pelaku usaha, serta meningkatkan produktifitas dan efektivitas di masa new normal Covid-19 ini.

Sebagai informasi, QRIS Diluncurkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019 lalu. Pemerintah mewajibkan penggunannya secara nasional sejak 1 Januari 2020.

Analis Ekonomi dan Surveylance Bank Indonesia Supriadi Ramdan Winata, situasi Covid-19 ini, aplikasi Qris sangat tepat untuk mengurangi kontak fisik melalui uang yang rentan penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat.

“Untuk itu pemanfaatan pembayaran non tunai seperti QRIS sangat mendukung protokol kesehatan, selama transkasi ekonomi berlangsung yang berdampak pada kestabilan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, QRIS merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran melalui QR Code di Indonesia.

Pedagang cukup memiliki satu QR Code, selanjutnya dapat menerima pembayaran dari seluruh sistem aplikasi pembayaran.

Sebelum adanya QRIS, setiap merchandise harus memiliki QR Code dari berbagai pelaku usahanya, jadi sangat rumit. Sedangkan dengan Qris ini, jelasnya, cukup dengan menggunakan satu QR maka semua transaksi dapat dilakukan.

“Qris memiliki tagline ‘Unggul’ yaitu, universal, gampang, untung dan langsung,” pungkasnya. (red/mcpb)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: