Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

GM Pelindo II Cabang Bengkulu, Pasir Hasil Pengerukan Pendangkalan Manfaatkan jadi Komoditi

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – GM PT. Pelindo (Persero) II Cabang Bengkulu Silo Santoso, dalam 1 tahun ada 600.000 M3 pasir laut hasil pengerukan pendangkalan alur Pelabuhan Pulai Baai. Perlu adanya kajian bersama terkait material pasir hasil pengerukan pendangkalan alur ini. Agar dapat bernilai ekonomis serta menghasilkan pendapatan bagi daerah.

“Kita mendorong pemerintah daerah untuk dapat memanfaatkan pasir laut terutama hasil pengerukan pendangkalan laur Pelabuhan Pulau Baai untuk dijadikan komoditi yang dapat dimanfaatkan,” kata Silo Santoso usai audensi bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Senin (20/7/20) lalu.

Silo mengatakan, nantinya pemerintah akan melakukan kajian-kajian atau penelitian dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan inovasi-inovasi baru bagi Provinsi Bengkulu. Apa yang bisa dimanfaatkan dari pasir hasil kerukan pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai ini. Sebagai contoh apakah nantinya bisa dimaanfaatkan untuk bahan baku pembuatan kaca atau keramik.

Baca juga : Jelang Pilkada Serentek, Jaga Kamtibmas dan Jangan Percanya Berita Hoax

“Meskipun belum ada kajian-kajian apakah pasir hasil kerukana ini bisa dimanfaatkan bagi bahan baku kaca atau keramik. Setidaknya dapat dijadikan komoditi agar bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat atau daerah khusunya di Kota Bengkulu,” ungkap Silo.

Desember Kembali Akan di Keruk

Dalam audiensinya itu Silo Santoso mengatakan melaporkan proses perkembangan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu agar perkembangan pelabuhan ini akan terus meningkat secara signifikan dan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Bengkulu walaupun kita masih dalam keadaan suasana wabah Pandemik Covid – 19.

“Pengerukan alur akan dilanjutkan Desember 2020, karena cepat mengalami pendangkalan ini disebabkan pengaruh laut lepas yang pososinya berada di posisi barat pulau Sumatera dan tidak ada penghalang dari pulau-pulau lain disekitarnya sehingga laut kita sangat cepat mengalami
pendangkalan,” ungkap Silo.(cw1)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: