Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

HUT RI ke 75, Pemerintah Resmi Luncurkan Uang Pecahan Baru Rp.75.000

Jakarta, ReportaseRakyat.com – Tepat pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Bank Indonesia, Senin (17/8/20) meluncurkan uang pecahan baru, dengan nominal Rp 75. 000 sesuai dengan ulang tahun kemerdekaan negara yang ke 75. Uang bergambarkan Presiden dan Wakil Prediden RI pertama Ir. Soekarno-Dr. Moh. Hatta hanya diluncurkan sebanyak Rp. 75 juta.

Pengeluaran uang peringatan Kemerdekaan RI ke 75 diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI Perry Warjiyo yang dilaksanakan secara virtual. Hadir sera ikut menyaksikan louncing tersebut Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah.

Baca juga : HUT RI ke 75, 1.193 Narapidana Bengkulu Dapatkan Remisi

“Pengeluaran uang pecahan khusus Rp 75.000 dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, bertepatan dengan tanggal 17 Agustus tahun 2020,” sebut Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, saat peresmian pengeluaran uang pecahan baru Rp 75. 000 secara Virtual.

Sri Mulyani mengatakan, dengan diluncurkannya uang pecahan Rp. 75.000 ini, berharap dapat menambah dan meningkatkan semangat masyarakat Indonesia dalam mendukung mencapai tujuan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah yang ikut menyaksikan peresmian pengeluaran uang peringatan Kemerdekaan RI ke 75 tahun tersebut mengatakan, hal ini merupakan sebuah penghargaan kepada pahlawan bangsa Indonesia yang juga merupakan Proklamator RI yaitu, Soekarno- Hatta.

Baca juga : Gebrak Masker, PKK Provinsi Bengkulu dan IKPTK Bagi 5.000 Masker Hingga Pelosok Desa

Di samping itu, kata Wagub Dedy, dengan HUT Kemerdekaan RI ke 75 ini adalah momentum kita untuk intropeksi diri termasuk pemerintah.

“Poin penting menurut saya, disetiap HUT RI ini adalah momentum kita untuk introspeksi diri. Karena dengan kondisi global saat ini kita harus melakukan perubahan, karena kalau tidak, maka kita akan digilas oleh perubahan itu sendiri,” pungkasnya.(red/mcpb)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: