Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238

Ada Bandar Narkoba di Lapas, Kemenkumham Bengkulu Tingkatkan Program Sero Halinar

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Imam Jauhari menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya serta berkomitmen tinggi dalam memberantas, dugaan peredaran narkoba yang dikendalikan dari Lapas serta Rutan dilakukan oleh oknum Narapida.

Hal ini disampaiknnaya usai menghadiri konfrensi pers penangakapan kurir sabu beserta 2 narapida Lapas Kelas IIA serta tahanan Rutan Malebero yang menjadi tersangka kepemilikan 12 kg ganja serta 50 gram sabu, oleh BNNP Bengkulu, Rabu (24/6/20).

Kemenkumham memiliki program Sero Halinar, program yang dicanamkan oleh pemerintah ini salah satu upaya untuk memberantas pengunaan handphone, pungli dan narkoba didalam Lapas atau Rutan.

Baca juga : 2 Napi Lapas Argamakmur Ditetapkan Tersangka Kepemilikan Sabu, 3 Masih DPO

“Saat ini program Sero Halinar sudah berjalan baik di Lapas maupun Rutan di Provinsi Bengkulu. Seperti melakukan penggeledahan rutin di Lapas Kelas IIA, Selasa (23/6/20) lalu. Hasilnya masih ditemukan beberapa warga binaan kedapatan menyimpan dan mengguna handphone,” ujarnya Imam Jauhari.

Dengan terlibatnya 2 oknum Napi serta 1 tahanan narkoba yang terlibat sebagai badar narkoba yang tertangkap BNNP Bengkulu pada Selasa (23/6/20), Imam Jauhari menyatakan, ini menunjukkan pengamanan Lapas di Bengkulu masih longgar, buktinya adanya komunikasi pihak warga binaan Lapas dengan warga yang di luar Lapas.

“Mungkin saja handphone di bawa dari barang bawaan keluarga yang membesuk, jauh sebelumnya. Sebab selama pandemi Covid-19, kami belum menerima kunjungan dari keluarga warga binaan,” pungkas Kakanwil Kemenkumham Bengkulu.

Baca juga : 2 Kurir Narkoba dan 3 Oknum Napi Kembali Diringkus BNNP Bengkulu

Kalau puan ada lanjutnya, pemeriksaan dikilakukan secara ketat sesuai standar prosedur atau SOP yang berlaku. Seperti membongkar seluruh isi bawaan, selanjutnya dilakukan discaner dengan menggunakan alat yang canggih.

“Secara tegas saya himbau, apabila ada petugas Lapas mapun Rutan yang bermain atau terlibat maka akan mendapatkan sangsi berat,” pungkas Imam Jauhari.(cw)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: