Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Bowo Sidik Beberkan Keterlibatan Bos Petrokimia Gresik Di Kasus Suap Sewa Kapal

ReportaseRakyat.com – Terdakwa suap proyek sewa-menyewa kapal pengangkut amoniak, Bowo Sidik Pangarso mengatakan perkenalannya dengan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (Persero), Rahmad Pribadi sudah dimulai sejak 2014. Bowo pun menegaskan bahwa Rahmad Pribadi lah yang memperkenalkan dirinya dengan manajemen PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) yang diketahui memberikan gratifikasi kepada dirinya.

Pernyataan itu sekaligus mengkonfrontir kesaksian Rahmad Pribadi yang membantah bahwa dia sebagai inisiator atas pertemuan HTK dengan Bowo Sidik.

“Bapak Rahmad, saya kenal Pak Rahmad sudah lama, 2014. Siapa yang kenalkan HTK kepada saya? Beberapa tahun kemudian Pak Rahmad mengajak bertemu bertiga dengan Steven untuk mengatakan ‘Pak Bowo bisa tidak dibantu persoalan HTK,” Kata Bowo dalam Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

“Saya dihubungi pak Rahmad di Pinang Bistro. Ada Pak Rahmad, Pak Steven Wang, dan Bu Asty dan ada dua rekan Pak Rahmad. Di situ pertemuan pertama kali untuk HTK bisa dibantu karena ada kontak diputus sepihak oleh PT Pupuk Indonesia,” imbuh Bowo.

Bahkan, untuk meyakinkan keterangannya di hadapan majelis hakim Bowo sempat menyinggung bahwa dirinya pernah di dalam satu kepengurusan dengan Rahmad Pribadi di KADIN dan pernah menjadi Calon Legislatif (Caleg) melalui Partai Golkar.

Karena kedekatan itu Bowo bilang, Rahmat Pribadi pun tak sungkan menghubunginya guna meminta bantuan atas kontrak HTK yang diputus. Terlebih ketika di dalam lobi-lobi tersebut, Bowo berstatus Wakil Komisi VI DPR.

“Di situ (Pinang Bistro) dibicarakan minta bantuan saya, karena saya anggota DPR melihat ada swasta dirugikan maka saya mencoba komunikasi dengan Pihak Pupuk Indonesia mengapa ada kontrak terputus. Saya minta kejujuran pak Rahmad ada fakta dan BAP saya soal pertemuan pasifik tidak tahu, setelah itu Steven dan Asty berkomunikasi dengan saya,” kata dia.

Sebelumnya, Rahmad yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk ini membantah BAP yang pernah dibuatnya sendiri, saat diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Meskipun dicecar oleh Jaksa KPK, Rahmad tetap berkilah upayanya menghubungi Bowo Sidik guna memuluskan bisnis HTK dengan PT PILOG.

“Saya harap bapak menjawab dengan jujur ya, karena bapak sudah disumpah di sini. Saksi dalam persidangan sebelumnya telah mengatakan bahwa bertemu dengan Anda dan Pak Bowo di Penang Bistro,” tegas Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho.

Menanggapi pertanyaan Jaksa KPK tersebut, Rahmad Pribadi pun mengungkapkan bahwa semenjak beredar informasi di media yang mengkaitkan namanya dalam sebuah pertemuan di Penang Bistro tanggal 31 Oktober 2017, dirinya mengaingat-ingat kembali perihal tersebut. Ia mengaku sempat menanyakan kepada kesekretariatan PT Semen Baturaja, lantaran pada saat itu Rahmad masih menjabat Dirut.

“Disampaikan bahwa ada beberapa agenda internal rapat direksi dintaranya ada juga makan siang di resto Penang Bistro, dan kolega yang tercatat adalah PT Danareksa Sekuritas. Kemudian saya telpon teman yang waktu bertemu yaitu direktur Danareksa Sekuritas Saidu Solihin,” ujar Rahmad.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: