Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Ini Motif Pelaku Habisi Nyawa Korban, Pembunuhan Sadis Terhadap Janda Anak Dua

BENGKULU, RR – Setelah berhasil ditangkap di Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (14/1) Pukul 11.15 WIB Jamhari Muslim alias JM (34), pelaku pembunuhan satu keluarga terhadap janda anak dua di Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong akhirnya digelandang ke Mapolda Bengkulu untuk kemudian digiring ke Mapolres Rejang Lebong guna diproses lebih lanjut.

Dari hasil wawancara Jurnalis Reportase Rakyat (RR), pelaku JM mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya pada korban Lily janda beranak dua merupakan mantan istri pelaku. JM juga menyebutkan dirinya pernah diusir dari rumah korban dan merasa tersinggung atas peristiwa itu lantaran dirinya selalu mengajak korban untuk rujuk namun ditolak korban.

“Saya pernah diusir dari rumah korban, saat itu juga korban saya pukul pakai kayu, sedangkan kedua anaknya saya jerat pakai tali untuk memastikan mereka hingga meninggal semua,” cetusnya saat diwawancarai di Mapolda Bengkulu tadi siang.

Dikonfirmasi kembali, terkait masalah busana korban terbuka saat ditemukan meninggal, pria duda yang kesehariannya berprofesi sebagai kuli las trali ini membantah telah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap korban. Dikatakannya, terbukanya busana korban terjadi saat proses dirinya memindahkan jenazah korban hingga kedalam kamar.

“Pakaiannya memang terbuka sewaktu saya memindahkan jenazahnya,” jawabnya singkat

Untuk diketahui, terungkapnya kasus pembunuhan terhadap korban satu keluarga merupakan janda anak dua ini berawal dari kecurigaan kakak korban bernama Jamadi pada saat dirinya ingin mengantarkan pisang kerumah korban.
Diungkapkan Kapolda Bengkulu Brigjen Coki Manurung, SH, M.Hum, Jamadi ini saat kerumah korban sekitar pukul 05.30 WIB, guna mengantar pisang pesanannya, namun tidak ada respon sama sekali dari dalam rumah korban.

Lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, Jamadi mencoba menelpon tapi masih tidak ada jawaban. Hingga pada sore harinya pukul 16.30 WIB, Jamadi mencoba kembali menghubungi namun masih tidak ada respon untuk mengangkat telponnya. Akhirnya Jamadi memutuskan kembali kerumah adiknya (korban).

“Dirasakannya ada yang tidak beres, Jamadi kakak korban ini lewat pintu samping memaksa masuk dan langsung menuju pintu kamar korban merupakan adiknya, alhasil saat dibuka, ternyata dirinya mendapati adiknya bersama kedua anaknya ini tergeletak dilantai dengan berlumuran darah,” ujar Kapolda Brigjend Coki Manurung.

Melihat kondisi demikian, Jamadi langsung melaporkan ke Aparat Kepolisian terdekat. Selanjutnya, dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polisi menemukan beberapa barang bukti (BB) seperti kayu dan kabel charger serta pisau.

“Selanjutnya, pihak penyidik melakukan pengembangan dengan mencari mobil korban dan ditemukanlah mobil korban tersebut di RSUD Curup yang terparkir dibagian belakang,” jelasnya kembali.

Ditambahkan Kapolda, dari hasil pengembangan terungkap bahwa, korban sudah pernah berkeluarga 3 kali dan suami ketiga korban adalah pelaku yang diketahui sudah cerai dengan korban setelah menikah selama 2 bulan. Namun, pelaku ini sering datang kerumah dengan memaksa dan meminta rujuk kembali tapi tetap ditolak korban.

“Motif tersinggung inilah, akhirnya pelaku memutuskan menghabisi nyawa korban. Usai mengeksekusi ketiga korban, JM ini langsung melarikan diri kearah Kota Bengkulu dengan membawa kabur barang milik korban meliputi, emas dan uang sembilan ratus ribu rupiah (Rp900.000) dan akhirnya berhasil diamankan aparat saat pelaku ingin kabur di Manna,” tutup Kapolda dengan jumpa persnya. [ACU]

Foto: Pelaku Jauhari Muslim Alias JM (34) saat dimintai keterangan singkat oleh segenap Insan Pers saat di Gelandang Aparat ke Mapolda Bengkulu tadi siang, Senin (14/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: