Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Staf Rico Chan Sebut Kadis PUPR Kota Terima Fee Rp 1,5 Miliar

BENGKULU, RR – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Syafriandi disebut pernah menerima uang sebanyak Rp 1,5 miliar dari PT. Rico Putra Selatan (RPS). Uang tersebut diberikan sebagai fee atas proyek yang dimenangkan PT. RPS di Kota Bengkulu. Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi atas terdakwa Jhoni Wijaya di Pengadilan Tipikor Bengkulu pada Selasa (19/9).

Staf administrasi PT. RPS Haris Taufan Tura saat menjadi saksi mengungkapkan uang Rp 1,5 miliar tersebut diberikan kepada Syafriandi atas perintah Direktur Utama PT. RPS Rico Diansari alias Rico Chan.

“Ini uang Rp 1 miliar ini terkait apa,” tanya Pengacara Jhoni Wijaya kepada Haris.

“Uang Rp 1 miliar itu terkait fee proyek,” jawab jawab Haris

Uang itu diberikan secara dua tahap, yaitu pertama pada 28 Juni 2016 dan 23 Mei 2017. Pemberian pertama pada 28 Juni 2016 berjumlah Rp 500 juta. Uang itu diberikan melalui Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Bengkulu.

“Pak Syafriandi memerintahkan Kabid Bina Marganya kekantor kami untuk mengambil uang itu. Jadi bukan saya yang mengantarkannya ke pak Syafriandi,” kata Haris saat menjawab pertanyaan pengacara Jhoni Wijaya yang menanyakan mengenai pemberian fee proyek tersebut.

Pemberian kedua yaitu pada 23 Juni 2017, kata Haris, sebesar Rp 1 miliar diserahkan Haris melalui ajudan Syafriandi.

“Iya memang uang itu saya serahkan melalui ajudannya pak Syafriandi. Kalau menyerahkan langsung ke pak Syafriandi saya tidak pernah,” ujar Haris.

Staf Keuangan PT. RPS Haris Taufan Tura saat menjadi saksi atas terdakwa Jhoni Wijaya di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Selasa (19/9)

Keterangan Haris tersebut sudah dimuat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat Haris diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK.

Sebelumnya, penyidik lembaga antirasuah itu juga telah memeriksa Syafriandi sebagai saksi terkait dengan pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) suap Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti.

Saat diperiksa penyidik KPK pada 14 Agustus lalu di gedung Reskrimsus Polda Bengkulu, Syafriandi mengatakan bahwa dia periksa terkait dengan beberapa proyek yang dikerjakan PT. RPS di Kota Bengkulu. (007)

Atas: Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu usai diperiksa penyidik KPK pada 14 Agustus lalu

space-Iklan

4 Responses to Staf Rico Chan Sebut Kadis PUPR Kota Terima Fee Rp 1,5 Miliar

  1. ydirwn berkata:

    Bakal banyak yg ikut kyknya nih…

  2. Sahyarudin berkata:

    Wah semakin panas kasus ott dikota bkl ?oknum pjb kota juga terima fee proyek ? tubtaskan pk jaksa dsn aprat penegak hukum jgn msk angin .

  3. juanda berkata:

    uang fee utk setiap proyek harus dihapuskan karna kepala dinas atau intansi pemerintah sudah ada gaji dan itu adalah tugas mereka dlm menjalankan tugas pemerintahan.

  4. ari berkata:

    ini harus segera dituntaskan.fee memang sudah tdk asing lagi untuk uabg namanya proyekk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: