Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Tipu Arisan Online Hingga 33 Juta, Wanita Asal Benteng Ditangkap Polisi

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Tersangka penipuan dan penggelapan berkedok arisan online berinisial KDK (23) perempuan warga Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berhasil ditangkap oleh Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu, Selasa (28/7/20).

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos, M.H, penangkapan terhadap tersangka KDK didasari adanya laporan yang dibuat oleh korban Halima Tussadya (24) warga Sawah Lebar, Kota Bengkulu dengan Nomor Laporan Polisi : LP.B/410/V/2020/Polda Bengkulu tanggal 01 Mei 2020 mengenai penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban sebesar Rp. 12. 600.000.

Baca juga : Jadi Korban KDRT, Ibu Muda Lapor Suami

”Tersangka ini admin arisan online, kemudian korban ikut 3 slot dan telah transfer sebanyak 3 kali dengan jumlah total 12.600.000. Namun pada waktu korban mendapatkan jatah arisan, tersangka tidak menyerahkan kepada korban,” terang Kabid Humas Polda Bengkulu saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (29/7/20).

Kabid Humas Polda Bengkulu menjelaskan selain menipu korban, tersangka juga telah melakukan penipuan terhadap tiga korban lainnya yakni Yuni Lestari sebanyak Rp. 4.500.000, Reza Rahayu Rp. 3.600.000, serta Eka Meiliyen Dharma Rp. 13.150.000. Total jumlah uang yang digelapkan oleh tersangka berjumlah Rp. 33.000.000.

“Sementara ini ketiga korban lainnya belum melapor dan dijadikan saksi dalam kasus yang dilaporkan oleh Korban Halima Tussadya,” jelas Kombes Pol Sudarno.

Baca juga : Dukung Pemberantasan Narkoba, Pemda BS akan Terbitkan Perda P4GN Narkoba

Ditambahkannya, selain berhasil menangkap tersangka, pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa tiga lembar fotocopy buku rekening koran bank BCA an. korban, 1 lembar screenshot postingan arisan yang dilakukan oleh tersangka, tiga lembar screenshot group whatsApp arisan, serta satu lembar screenshot percakapan antara korban dengan tersangka.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 378 KUHPidana dan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama delapan tahun,” demikian Kabid Humas Polda Bengkulu.(tribrata)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: