Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Pemprov, Fokus Penguatan Sistem Kesehatan

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Asisten III Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) Bengkulu Gotri Suyanto, usai mengikuti Diskusi Sinkronisasi Reformasi Sistem Kesehatan Bersama Pemerintah Provinsi secara virtual yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, bertempat di ruang Pola Provinsi Bengkulu, Rabu (12/8/20), mengatakan Pemprov Bengkulu mengagendakan reformasi sistem kesehatan menjadi lebih kuat.

Kata Gotri, fokus penguatan Sistem Kesehatan Nasional di 2021 mendatang, yakni, pertama tentang Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagai langkah promotif dan preventif melalui kegiatan peningkatan perilaku untuk pengurangan risiko penyakit tidak menular, penguatan fungsi puskesmas, dan peningkatan imunisasi.

Baca juga : Karo SDM Polda Bengkulu Berganti, Kapolda Pimpin Sertijab

Kedua, penguatan Ketahanan Kesehatan yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, dan juga merespons melalui memperkuat pos pintu masuk atau kantor kesehatan pelabuhan, sistem penguatan dini, kapasitas dan jejaring laboratorium, kesiapan SDM, dan protokol dan tata laksana.

“Melihat keadaan sekarang mau tidak mau sistem kesehatan kita harus diperkuat, sepertihalnya penguatan rumah sakit maupun puskesmas serta pemenuhan fasilitasnya, termasuk sumber daya manusia dan farmasi untuk ketersediaan obat-obatan,” terang Gotri.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Subandi Sardjoko mengatakan, reformasi sistem kesehatan ini bukan hanya karena adanya pandemi Covid-19 saja, tetapi memang diperlukan untuk penindakan penyakit lain yang menular maupun tidak menular maupun masalah kesehatan lainnya.

Baca juga : Bagikan 1.000 Masker, Ketua PKK Kota: Gunakan Masker Sebagai Kebutuhan

“Pandemi Covid-19 memberi banyak pembelanjaran bagi kita. Namun, reformasi kesehatan tidak hanya fokus ke sana, karena selain covid tuberkulosis, malaria, kusta, stunting dan obesitas maupun perokok usia 10-18 tahun juga menjadi persoalan yang sangat serius,” demikian Subandi.(red/mcpb)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: