Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238

Anggaran Kurang, Pemerintah Janji Tetap Penuhi Subsidi Listrik

NASIONAL, RR – Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng memastikan bahwa tambahan 2,44 juta rumah tanggga miskin tetap mendapat subsidi meskipun tidak dianggarkan dalam APBN-P 2017.

Dia menjelaskan bahwasanya pemerintah berkomitmen memenuhi hak rakyat utuk mendapatkan subsidi, oleh sebab itu, beban kekurangan anggaran tersebut akan ditanggung oleh PLN, lalu akan dibayar pemerintah pada anggaran tahun 2018.

“Itu tetap mendapat subsidi dan dibebankan kepada PLN, nanti di carry over padat tahun 2018,” katanya ditulis Senin (7/8).

Untuk diketahui, tambahan sebanyak 2,44 juta rumah tangga pengguna listrik 900 VA tersebut merupakan koreksi dari kekeliruan data oleh pemerintah saat mencabut subsidi listrik golongan 900 VA pada Januari 2017 silam.

Dari jumlah total pengguna 900 VA sebanyak 23,13 juta rumah tangga, Pemeritah mencabut subsidi sebanyak 19 juta rumah tangga. Sehingga sisa rumah tangga mendapatkan subsidi hanya sebanyak 4 juta-an rumah tangga dan saat itu pemerintah hanya mengalokasikan subsidi sebesar Rp. 44,98 triliun. Anggaran ini juga mencakup subsidi golongan 450 VA yang jumlahnya sebanyak 23,17 juta rumah tangga.

Lalu pada APBN-P 2017 Menteri ESDM mengusulkan penambahan anggaran subsidi menjadi Rp. 51,99 triliun dengan pertimbangan asumsi ICP 50 USD/barrel, Kurs Rp. 13.400.

Disamping itu, Pemeritah meminta anggaran subsidi tersebut ditambah menjadi Rp 7 triliun lantaran ada penambahan sebanyak 2,44 juta rumah tangga.

Seperti yang dikatakan sebelum, angka 2,44 juta ini merupakan koreksi dari kekeliruan data pencabutan subsidi terhadap 19 juta rumah tangga. Pemerintah melakukan penelusuran validasi data setelah mendapat protes keras dari masyarakat atas kebijakan pencabutan subsidi terhadap 19 juta tersebut.

Namun sayang, walaupun rapat Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR pada Senin (10/7) telah menyepakati penambahan anggaran subsidi listrik sebesar Rp 7 triliun, tetapi usulan tersebut dicoret di Banggar lantaran negara mengalami defisit anggaran dan ruang fiskal menjadi ketat.

Alhasil, kesepakatan akhir anggaran subsidi listrik pada APBN-P 2017 hanya sebesar Rp 51,00 triliun untuk 29,71 juta pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA.

Adapun kepada pelanggan 900 VA yang merasa layak mendapat subsidi namun terlanjur dicabut oleh pemerintah sejak Januari lalu, pelanggan bersangkutan bisa mengajukan kembali usulan menerima subsidi yang nantinya akan diverifikasi kelayakan.

Prosedur khusus untuk memasukkan masyarakat miskin pelanggan 900 VA yang belum terdata ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016. Masyarakat miskin bisa mengadu supaya mendapatkan haknya.

Berdasarkan Permen ESDM 29/2016 ini, Rumah Tangga Miskin dan Tidak Mampu yang belum menerima subsidi tarif tenaga listrik dapat menyampaikan pengaduan melalui Desa/Kelurahan. Ada posko di Kelurahan dan Desa untuk menampung pengaduan. Ada formulir pengaduan yang harus diisi di posko ini.

Dari Desa/Kelurahan, pengaduan diteruskan ke Kecamatan. Di Kecamatan, data pelanggan yang mengajukan pengaduan dimasukkan dalam aplikasi berbasis web, langsung dikirim ke posko pusat di Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Jika di kecamatan tidak tersedia komputer dan internet, maka data dibawa ke Kantor Pemerintah Kabupaten/Kota, dimasukkan ke aplikasi dan dikirim ke posko pusat.

Di Posko Pusat, tim yang terdiri dari TNP2K, Kementerian ESDM, PLN, dan Kementerian Sosial akan melakukan penilaian apakah pelanggan tersebut memang layak disubsidi atau tidak.

Kriteria penilaiannya sama dengan kriteria 40% penduduk termiskin Indonesia yang dibuat TNP2K. Ada penilaian soal kepemilikan aset, perumahan, pekerjaan, tingkat pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Kalau memang layak, maka pelanggan akan segera dimasukkan sebagai pelanggan listrik golongan 900 VA yang harus disubsidi. PLN pun segera menyesuaikan tarif. (002)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: