Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238

Impor BBM Akan Bertambah, Pemaksaan EURO IV 2018 Menjerat Diri Sendiri

NASIONAL, RR – Penerapan BBM beroktan Euro IV pada 2018 merupakan kebijakan yang dipaksakan karena belum didukung infrastruktur produksi BBM, hal ini dinyatakan oleh Mantan Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas, sekaligus Pengamat Ekonomi dan Energi dari UGM, Fahmy Radhi mengatakan.

Menurut Fahmy, diperkirakan Upgrade kilang untuk memproduksi BBM berkualitas Euro IV baru akan tercapai diatas tahun 2020, artinya kalau Euro IV dipaksakan pada 2018, sama halnya kebijakan ini menjerat diri sendiri.

“Kebijakan Euro IV ini memang dilemah, di satu sisi kebijakan Euro IV baik bagi lingkungan. Tapi masalahnya persiapan infrastukturnya belum menunjang, kilang kita belum selesai upgrade dan mungkin baru 2020 selesai RDM,” katanya di Jakarta, ditulis Rabu (23/8).

“Saya khawatir kalau dipaksa maka semua BBM Euro IV pada 2018 nanti dipenuhi oleh impor. Dampaknya selain menjadi ladang baru pemburu rente, ini juga akan menguras devisa dan melemahkan mata uang rupiah,” ujar dia.

Oleh karena itu, dia meminta penerapan kebijakan Euro IV dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan produksi kilang.

“Siapkan dulu infrastrukturny. Kalau dipaksakan sama dengan menjerat diri sendiri,” pungkasnya.

Sebagaimana merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, mengharuskan kendaran bermesin bensin mulai menerapkan atau menggunakan BBM jenis EURO IV pada 2018, sedangkan jenis diesel baru di berlaku pada 2021. (002)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: