Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Kanopi: Sudah Selayaknya Gubernur, Tidak Memberikan Izin Operasi PLTU Batubara Teluk Sepang

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Mengutip berita, Bengkulu prov.go.id tanggal 13 Agustus 2020 yang disiarkan oleh sejumlah media daring (online), dengan judul Gubernur Rohidin pastikan tidak keluarkan izin operasi PLTU teluk Sepang tanpa SLO. Ketua Yayasan Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar, angkat bicara. Dan dia mengatakan, selayaknya izin operasi tersebut tidak diterbitkan.

“Menarik untuk dikaji lebih dalam, terkait pemberitaan tersebut. Untuk diketahui bahwa SLO atau Sertifikat Laik Operasi sudah ditetapkan pada tanggal 29 November 2019 untuk Unit I dan 26 Maret 2020 untuk unit II,” ungkap Ali Akbar kepada wartawan reportaserakyat.com, Selasa (18/8/20).

Disampaikan Ali, berdasarkan dokumen ANDAL PLTU Batubara Pulau Baai, bahwa PLTU Batubara Teluk Sepang menggunakan tipe boiler high pressure CFB (circulating fluidized bed).

Baca juga : Polda Bengkulu, Tetapkan 3 Tersangka Proyek Pembangunan Gedung IAIN Curup

Tipe boiler seperti ini, untuk menghasilkan daya sebesar 2 X 100 MW dengan membakar batu bara 2.732,4 ton/hari. Abu yang akan dihasilkan sebanyak 14, 48 ton/ jam, dengan asumsi penangkap abu bekerja sangat efektif yaitu sebesar 99,8%, abu yang akan dilepaskan ke udara berjumlah 695,4 kilo gram setiap hari ini.

“Abu yang terbang ke udara ini mengandung senyawa beracun seperti NO2, SO2 dan dan logam berat lainnya seperti arsenik, timbal dan mercuri. Senyawa dan unsur tersebut berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan,” tegasnya.

Baca juga : Pemprov Bengkulu akan Bangun Stadion Bertaraf Nasional, di Benteng

Lanjut Ali, berdasarkan data yang dikutip dari quit coal, bahwa PLTU Batubara Teluk Sepang di dirikan dengan menggunakan teknologi subcritical. Teknologi ini sudah ditinggalkan oleh negara pemiliknya. China telah mengganti jenis teknologi ke teknologi yang lebih maju seperti super ultra critical dan lebih hebatnya lagi negeri tirai bambu ini menjadi juara dalam mengembangkan energi terbarukan.

“Berdasarkan analisis yang sudah diuraikan diatas, tidaklah berlebihan jika Gubernur Bengkulu tidak memberikan izin operasi kepada PLTU Batubara Teluk Sepang. Teknologi usang, ketidakjelasan substansi penyusunan dokumen ANDAL serta petikan pelajaran dari wilayah lain yang memilki PLTU berteknologi kuno tersebut seharusnya menjadi dasar yang kuat bagi Gubernur untuk tidak menerbitkan izin operasi,” ungkap Ali Akbar.(Awan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: