Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Pakar Hukum Ekonomi Syariah: Belum Ada Akad, Presiden Belum Boleh Gunakan Dana Haji Untuk Infrastruktur

NASIONAL, RR – Pakar hukum ekonomi syariah, Didin Hafidhuddin meminta agar Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tidak serta merta melaksanakan keinginan Presiden Joko Widodo  untuk memanfaatkan dana haji dalam membatu penyelesaian proyek infrastruktur.

Menurut dia, Pemerintah harus menjelaskan terlebih dahulu kepada pemilik dana atas tujuan dan peruntukan dana tersebut. Lalu kemudian dasar hukumnya juga harus dilandasi dengan ketentuan syariat islam.

“Harus jelas dulu akadnya apa? Nggak boleh dipakai dulu sebelum akadnya jelas. Itukan uang umat. Nanti pemerintah harus jelaskan dulu pada jamaah haji pemilik uang itu,” katanya di acara Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Ahli Ekomi Islam (IAEI) di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (27/7).

Tidak kalah penting, dia minta pengkajian secara cermat dari prosfek investasi yang digeluti nanti, dia tidak ingin permasalahan dana tersebut membuat calon jamaah haji menjadi terlantar dan menghambat ibadah.

“Kalau uang itu digunakan, maka sebagian keuntungan harus dikembalikan kepada pemilik dana itu. Dan mesti hukumnya harus dengan mudharabah. Jangan sampai merugikan jamaah haji,” kata dia.

Sebagaimana dikatakan, Presiden Joko Widodo mengintruksikan agar dana haji diputar untuk membantu ekonomi nasional yang tengah goyah.

Adapun jumlah dana haji per audit 2016 mencapai Rp 95,2 triliun. Akhir tahun ini, diperkirakan total dana haji sekitar Rp 100 Triliun.

“Dana yang bisa diinvestasikan kurang lebih Rp 80 triliun, 80 persen (dari total dana haji),” kata Anggito Anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, Rabu (26/7).

Anggito mengatakan, pihaknya masih melakukan pemetaan terkait investasi yang akan dilakukan. Nantinya, proses investasi dana haji ini juga harus disetujui oleh Dewan Pengawas dan DPR.

“Sekarang kami mapping semua baik investasi perbankan, portofolio maupun langsung. Yang jelas investasi yang memberikan timbal hasil yang tinggi tapi resikonya kecil,” pungkasnya. (002)

sumber poto Didin Hafidhuddin: tribunnews.com (Amriyono Prakoso)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: