Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Ancaman Allah Terhadap Olokan Orang-Orang Munafik

Jakarta,ReportaseRakyat.com – Munafik adalah merupakan sifat tercelah yang harus diwaspadai oleh insan beriman. Ia ibarat duri dalam daging, musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan, menjegal teman seiring.

Terkadang mulutnya begitu manis, namun yang tersembuyi dalam niatnya begitu busuk dan berbisa. Orang mempunyai penyakit munafik tak sungkan-sungkan untuk berdusta.

Ada suatu kisah dimana pada masa Rosulullah Muhammad saw terdapat seorang munafik bernama Abdullah bin Ubay. Suatu hari dia dan rekan-rekannya bertemu dengan para sahabat Rasul saw yakni di antaranya terdapat Abu Bakar, Umar dan Ali.

Lalu Abdullah bin Ubay berkata kepada teman-temannya; “Lihatlah, bagaimana saya menjauhkan orang-orang bodoh itu dari kalian” kata Abdullah.

Kemudian Abdulah bin Ubay mendekat Abu Bakar dan memegang tangannya seraya berkata: “Selamat datang ash-Shiddiq, pemimpin Bani Tamim, guru Islam, orang yang bersama Rasulullahl saw di dalam goa, dan orang yang mengerahkan harta dan jiwanya untuk beliau”turur Abdullah.

Selanjutnya ia mendekati Umar dan memegang tangan umar seraya berkata: “Selamat datang pemimpin bani Ady bin Kaab; al-Faruq yang kokoh dalam agama Allah swt, yang telah mengerahkan jiwa dan hartanya untuk Rasulullah saw” ujar nya.

Lalu kemudian ia mendekati Ali seraya berkata; “Selamat datang anak paman Rasulullah saw, menantu beIiau, dan pemimpin Bani Hasyim setelah Rasulullah saw”.

Setelah itu, masing-masing sahabat pergi ke arah yang berbeda. Lalu Abdulah bin Ubay kembali menemui teman temannya seraya berkata; “menurut kalian, bagaimana yang saya lakukan tadi? karena itu, jika kalian melihat mereka (orang yang beriman) berkumpul, lakukanlah saja apa yang kulakukan tadi”

Teman-temannya memuji perbuatan Abdullah bin Ubay. Namun orang-orang muslim menemui Rasulullah saw dan mengadukan perbuatannya (Abdula bin Ubay). Maka turunlah surat Al-Baqarah ayat 14-15

 

Yang artinya:

14) Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman. mereka berkata; “Kami telah beriman” tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka. mereka berkata. “sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok”

15)Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

Karena itu hendaknya kita bermohon kepada Allah Swt agar senantiasa dijauhkan dari sifat munafik dan mendapat limpahan iman. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: