Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Apakah Kebahagiaan Harus Diukur Dengan Materi?

OASE, RR – Arti kebahagiaan bagi setiap orang memang tidak selalu sama. Karena kebahagiaan ada yang mempersepsikan sebagai tercapainya sesuatu hal yang kita inginkan. Setiap harapan dan kenyataan sebenarnya bisa membuat kita bahagia karena yang menentukan kebahagiaan yaitu dari diri kita sendiri.

Kebutuhan dan keinginan merupakan 2 makna yang berbeda. Singkat penjelasan kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi bagi setiap manusia demi menunjang segala aktivitas dalam kehidupannya karena kebutuhan tidak akan lepas dari kehidupan sehari-hari. Sedangkan keinginan itu sendiri sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan untuk melanjutkan kelangsungan hidup, namun mampu memberikan kesejahteraan, kecukupan dan kenyamanan.

Mungkin kita pernah mengalami kondisi seperti ini:

  • Kita tidak bahagia karena suatu keinginan yang kita mau tidak terpenuhi. Dan jika terpenuhi pun itu merupakan kebahagiaan yang hanya dinikmati sesaat karena dampak yang diinginkan pun yaitu suatu kepuasan bukan manfaat.
  • Kita tidak bahagia karena seringkali berperang dengan diri sendiri, merasa tidak puas dengan keadaan dan tidak mampu menerima kenyataan dan akhirnya menyalahkan takdir.
  • Kita tidak bahagia karena kita selalu melihat ke atas dan terlalu sering membandingkan dengan yang lebih tinggi sehingga tidak merasa puas dengan apa yang telah dimiliki.
  • Kita tidak bahagia karena kita sering negative thinking terhadap orang lain, selalu menerka apa yang terjadi, cemas sehingga kepercayaan dan keyakinan goyah bahkan bilang.

Semua hal yang membuat kita tidak bahagia sebenarnya bersumber dari diri kita sendiri, persepsi dan cara pandang yang keliru seringkali menguasai diri daripada hati. Padahal cara bahagia ada pada hati, merasa cukup apa yang kita punya itu merupakan keikhlasan hati untuk menerima dan mensyukuri yang ada serta sabar menghadapi kenyataan.

Keikhlasan hati merupakan energi tertinggi yang akan memotivasi diri untuk menyempurnakan ikhtiar serta pasrah diri kepada Yang Maha Memberi. Energi keikhlasan bersinergi dengan rasa syukur dan kesabaran sehingga melahirkan bahagia dihati kita. Sabar menghadapi ketidak sesuaian antara keinginan dengan kenyataan dan mensyukuri yang Allah berikan merupakan strategi untuk mengubah kegelisahan menjadi ketenangan. Ikhlas sabar dan bersyukur merupakan proses belajar dan berlatih sepanjang hidup kita untuk senantiasa bahagia.

Oleh: Ripa Syamrotul Puadah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: