Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Dalam Naungan Panji-Panji Al-Qur’an di Era Milenial

OASE, RR – Hingga hari ini, kehidupan umat manusia terus dihadapkan dengan sejumlah kemelut dan persoalan akibat ide dan isme menyesatkan yang dikemas dengan kata-kata indah dan janji yang memukau, kehidupan yang masih diliputi kepalsuan dan kebohongan. Marilah kita kembalikan kehidupan manusia dinaungi oleh kebenaran yang agung, berdasarkan wahyu Ilahi yang dipelihara sendiri oleh Allah kebenarannya yaitu Al-Qur’an. Dalam naungan Al-Qur’an kehidupan manusia menjadi terarah untuk kehidupan yang sukses dunia dan akhirat.

Sikap terhadap Al-Quran
Sebagai muslim dan mukmin yang taat serta terlibat dalam aktivitas dakwah, sikap kita menjadi sangat penting, karena merupakan salah satu ukuran pokok dari keimanan kita kepada Allah SWT. Sikap-sikap itu itu antara lain: meyakini dan memahami bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang menjelaskan hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan halal dan haram, petunjuk menuju yang kebaikan dan kebahagiaan serta jalan yang lurus. Karena itu, salah satu yang harus kita evaluasi adalah apakah kita mau mentaati utusan-Nya, menghormati aturan-aturan-Nya, bersedia melaksanakan hukum-hukum-Nya, menjunjung tinggi kitab-Nya dengan selalu menghalalkan apa yang dihalalkan dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya.

Ini semua menjadi penting karena di hadapan kita terdapat tatanan kehidupan yang sama sekali jauh dari ajaran Islam sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Sunnah, baik yang berkaitan dengan pribadi, keluarga, tatanan pemerintah, hubungan luar negeri, undang-undang, pertahanan militer, ekonomi negara dan individu, pendidikan, kebudayaan dan sebagainya.

Namun di sisi lain, masjid-masjid yang megah dengan menara yang menjulang tinggi hanya dipenuhi oleh orang miskin dan lanjut usia, mereka laksanakan shalat dengan kehampaan dan jauh dari khusyu serta tidak memiliki arti hubungan rohani yang mendalam, kecuali hanya sedikit orang yang mendapat petunjuk.

Komitmen Muslim Terhadap Al-Quran
1. Mengimani
Kita harus yakin bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Rasulullah Salalllahuu Alaihi Wa Salam. Kita wajib mengimani semua ayat-ayat yang kita baca, baik yang berupa hukum-hukum maupun kisah-kisah. Baik yang menurut kita terasa masuk akal maupun yang belum dapat kita pahami, yang nyata maupun yang gaib.

2. Membaca
Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa membaca dengan sebenar-benar bacaan (haqqa tilawah) merupakan parameter keimanan orang tersebut kepada Al-Qur’an. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Orang-orang yang telah kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan ‘haqqa tilawah‘ mereka itulah orang-orang yang beriman kepaadanya. Dan barang siapa yang inkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al-Baqarah:121)

3. Mentadabburi
Tadabbur Al-Qur’an dapat dilakukan dengan mengulangi ayat-ayat yang kita baca dan resapinya kedalam hati serta memikirkan maknanya dengan bacaan yang lambat. Tidak hanya hati yang mentadabburi, tapi fisik kita yang lain pun ikut bertadabbur. Rasulullah salallahu Alaihi Wa Salam merupakan contoh terbaik bagi kita dalam cara mentadabburi Al-Quran, diriwayatkan ketika diturunkan surat Huud dan Al-Waqiah sampai beruban rambutnya karena takut terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Maka apakah mereka tidak mentadabburkan Al-Quran? Kalau kiranya Al_Quran itu turun dari sisi selain Allah tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya.” (Q.S. An-Nissa : 82).

4. Menghafal
“Rasulullah SAW mengatakan barang siapa yang didalam rongga tubuhnya tidak ada sedikit pun Al-Qur’an, tak ubahnya bagaikan rumah yang bobrok.” HR. Tirmidzi).

5. Mengamalkan
Mengamalkan berawal dari memahami ilmu-ilmunya serta berpegang teguh pada hukum-hukumnya, kemudian menyelaraskan hidup dan tingkah laku serta akhlaqnya., sebagaimana akhlaq Rasulullah SAW dalam Al-Qur’an.
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk pada kaum yang dzalim (Q.S. Al-Jumuah:5).

Alangkah buruknya perumpamaan ini bagi mereka yang tidak mengamalkan ayat-ayat Allah (termasuk didalamnya Al-Qur’an), yaitu dengan perumpamaan keledai yang memikul kitab-kitab besar tetapi ia tidak mengerti apa yang ada didalamnya. Jadi bila manusia tidak mengamalkan Al-Qur’an seperti keledai yang tidak merasakan selain beban bawaan tanpa dapat memanfaatkan apa yang dibawanya itu.

Untuk menjadi seorang muslim yang senantiasa komitmen terhadap Al-Qur’an bisa dicapai melalui proses pembinaan diri. Hal ini dilakukan tidak hanya sekali saja melainkan secara berkesinambungan dan bertahap. Dibawah panji-panji Al-Qur’an (tahta royatil Qur’an), ‘Sesungguhnya di tanganmulah, wahai pemuda, persoalan suatu bangsa dan di dalam kesungguhanmu terletak hidup dan matinya.” (Mustafa Al-Galayain).

Dan di era milenial ini terdapat Qur’an digital yang mempermudah para kaum pemuda saat ini. Pada era milenial saat ini, sebaiknya jangan hanya terlena mengunduh game-game semata. Kemajuan teknologi informasi dengan mudah kita bisa mendownload aplikasi Al-Qur’an, sehingga mudah dibawa kemana-mana untuk dibaca serta mengamalkan makna ayat-ayat yang tertuang dalam Al-Qur’an digital tersebut.

Dari pembahasan di atas, secara umum bisa disimpulkan bahwa sekurang-kurangnya, ada tiga keuntungan yang akan diperoleh manusia bila hidup di bawah naungan panji Al-Qur’an, yakni terbimbing, mampu mengatasi persoalan dan bersih dari noda dan dosa. Dengan kata lain manakala kehidupan ini telah kita jalani di bawah panji Al-Qur’an, akan terwujud kehidupan yang hasanah di dunia dan hasanah di akhirat.

Oleh: Ihsan Sobari

PurwantoPurwanto

One Response to Dalam Naungan Panji-Panji Al-Qur’an di Era Milenial

  1. Abu tholhah berkata:

    Menginspirasi, lanjutkan 🙌🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: