Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Kaum Munafik Terombang-ambing Dalam Kesesatan

OASE, RR – Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “kami telah beriman”. Dan apabila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: sesungguhnya kami sependirian denganmu, kami hanyalah berolok-olok. (QS. 2:14) Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (QS. 2:15)

Makar dan tipu daya orang-orang munafik

Didalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa Allah Azza wa Jalla menerangkan jika orang-orang munafik itu berjumpa dengan orang-orang mukmin, mereka berkata: “Kami beriman.” Mereka menampakkan keimanan, loyalitas dan keakraban sebagai tipuan dan kemunafikan di hadapan orang-orang yang beriman, dan sikap berpura-pura serta upaya menyembunyikan jati diri yang sebenarnya. Tujuannya agar mereka diikutsertakan ketika mendapat kebaikan dan ghanimah (harta rampasan perang).

Baca juga: Jangan Pilih, Jika ada 3 Ciri-ciri Calon Pemimpin Munafik

Firman Allah “Dan apabila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, maksudnya jika mereka kembali dan bergabung dengan syaitan-syaitan mereka, yaitu para pendeta Yahudi, para pemuka kaum musyrikin dan orang-orang munafik.
Mereka berkata: Sesungguhnya kami sependirian dengan kalian. Di dalam Tafsir Ibnu Katsir Dijelaskan oleh Muhammad bin Ishaq, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: Maknanya, kami seiring dengan apa yang kalian jalani.

Kita saksikan bahwa hikmah Pilkada tahun 2016 di Jakarta adalah gambaran sebenarnya antara orang-orang munafik dan orang-orang yang benar-benar membela agama Allah.
Kita juga menyaksikan sendiri bahwa ada makar dan tipu daya orang-orang munafik disaat umat Islam harus bersatu pada Aksi 212.

Mereka dengan terang-terangan mengatakan kepada umat Islam bahwa lebih baik memilih pemimpin kafir tapi tidak korupsi. Mereka terang-terangan mendukung pemimpin dari non muslim bahkan setelah itu mereka mengolok-mengolok agama Allah.

“Sebenarnya kami hanya mengolok-olok (Al-Baqarah 14) di dalam tafsiir Ath-Thabaari Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: Maksudnya kami hanya mengejek dan mencemoohkan sahabat-sahabat Muhammad ﷺ.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab dan menanggapi perbuatan mereka dengan firman-Nya:
“Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.”

Setelah ada artis sengaja mengolok-olok agama Allah dengan ucapan lawakan lalu, baru-baru ini kembali ada segelintir orang yang sengaja membuat makar dan tipu daya muslihat orang-orang munafik dengan menampilkan bak muslimah yang taat dengan memakai pakaian syar’i mengenakan jilbab muslimah seakan-akan sembari makan daging babi dengan mengatakan bahwa daging babi enak rasanya, bahkan terang-terangan dengan video berdurasi 2:18 menit itu disebarluaskan di medsos bahkan sengaja memfitnah semua kaum muslimin yang menjadi TKW di Hong-Kong semua memakan daging babi.

Allah Berfirman :
Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka.
Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya dosa mereka bertambah (QS. Ali-Imran :178).

Ibnu jarir berkata: ayat-ayat di atas dan serupa dengannya menerangkan olok-olok, cemoohan, makar dan tipu daya Allah Ta’ala terhadap orang-orang munafik dan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Ibnu Jarir dalam tafsiir Ath-Thabaari mengatakan makna firman Allah:
“Bergelimang dalam kesesatannya yang sangat,” adalah mereka terombang-ambing dalam kesesatan dan kekafiran yang mengotori dan menguasai diri mereka. Mereka bingung, sesat dan tidak menemukan jalan keluar, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengunci mati hati mereka dan menutupnya. Juga membutakan pandangan mereka dari petunjuk dan menghalanginya, sehingga mereka tidak dapat melihat petunjuk dan tidak pula mendapatkan jalan keluar. Waulahu’alambishowab.

Oleh: Fatkur Rohman, M.Pd.I

Sumber gambar ilustrasi: hidayatullah.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: