Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Khutbah Idul Adha, ‘’Tiga Pelajaran Penting Kisah Ibrahim As dan Ismai As Dalam Mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia’’

OASE, RR – AllahuAkbar, AllahuAkbar, AllahuAkbar Walillahilhamd. Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah. Alhamdulillah Allah Subhanahuwataala, pada pagi hari ini memberikan taufiq kepada kita untuk bersama-sama merayakan idul adha, hari raya besar kaum muslimin. Takbir AllahuAkbar adalah pernyataan dan pemakluman kita terhadap rububiyah Allah bahwasanya kita menyakini bahwa Allah satu-satunya dzat yang menciptakan kita, Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan kita, yang mengurus seluruh urusan kita dan semua makhluk alam semesta ini dan memiliki semua kekuasaan langit dan bumi Dialah Allah subhanahuwata’ala.

AllahuAkbar Allah Maha Besar adalah pernyataan dan pemakluman kita terhadap tauhid Asma Wa Shifat bahwa kita menyakini Allah yang memiliki nama-nama yang Maha Indah, Allah Subhanahuwata’ala yang memiliki sifat-sifat yang menunjukkan kesempurnaannya, sedangkan kita makhluknya seluruh alam semesta adalah makhluk yang lemah dan tidak berdaya kecuali pertolongan Allah Subhanahuwata’ala

AllahuAkbar Allah Maha Besar adalah pernyataan dan pemakluman kita terhadap tauhid uluhiyah kita menyakini bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak kita sembah, bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak kita ibadahi, bahwa Allah satu-satunya tempat kita memohon berdoa kepadanya.

AllahuAkbar AllahuAkbar Allah Maha Besar yang telah memerdekakan bangsa Indonesia ini dari segala bentuk penjajahan. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh pendiri bangsa ini dengan meneteskan segala tumpah darah mereka bukan hanya untuk menjadi bangsa yang besar namun untuk menjadi bangsa yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur yaitu bangsa dan negara yang penduduknya diampuni Allah Subhanahuwata’ala.

AllahuAkbar AllahuAkbar walillahilham…

Jamaah idul adha yang dirahmati Allah…

Penyembelihan Ibrahim terhadap putra tercintanya Isma’il Alaihiwasallam. Memiliki banyak pelajaran, memiliki banyak hikmah, yang senantiasa perlu kita pelajari dan kita amalkan. Allah Subhanahuwata’ala berfirman yang artinya Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” ( QS. Ash-Shaffat 102)

Dialog antara ayah dan anaknya yang diabadikan oleh Allah didalam QS Ash-Shaffat 102 tersebut merupakan dialog yang sangat menggetarkan jiwa bagi kita semua.

Jamaah idul adha yang dirahmati Allah Subhanahuwata’ala

Pelajaran yang pertama dapat kita ambil adalah hendaknya kita taat terhadap perintah Allah tanpa syarat. Sungguh perintah Allah untuk menyembelih anak sendiri melalui mimpinya yaitu anak yang bertahun-tahun dinantikannya dan Ibrahim berdoa memohon kepada Allah agar memiliki anak yang sholeh maka tatkala Ibrahim kurang lebih usia 80 tahun baru memiliki karunia anak yaitu Ismail As yang menurut riwayat pada waktu itu Ismail berusia 7 tahun, Allah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menyembelih putra tercintanya. Tentu hal itu sesuatu yang sangat berat bagi seorang ayah, anak yang dinantikan bertahun-tahun lamanya justru diminta Allah melalui mimpi Ibrahim agar menyembelih putranya.

Tetapi karena hal itu adalah perintah Allah baik Ibrahim dan Ismail menyerahkan totalitas kepada Allah dan tunduk patuh kepada Allah melaksanakan yang Allah perintahkan. Inilah seorang muslim Allah Subhanahuwata’ala berfirman : Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS Al – Ahzab 36).

Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah tatkala kita taat perintah Allah, tidak ada yang berhak menghalang-halanginya, tidak ada yang berhak memusuhinya, dan tidak ada yang berhak menjauhinya. Semakin kita taat kepada Allah maka kita semakin mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat dapat diraih dengan cara merdeka dalam segala bentuk kesyirikan.

Pelajaran  kedua yang dapat kita ambil yaitu Allah Subhanahuwata’ala tidak memerintahkan kita saat ini  untuk menyembelih anak-anak kita, Allah memerintahkan kita untuk shalat lima waktu, Allah memerintahkan kita sebagai anak yang taat dan patuh terhadap orangtua dalam ketaatan kepada Allah. Bukan menjadi anak yang durhaka yaitu yang melawan orangtuanya, yang melupakan kasih sayangnya tatkala kita kecil, tidak menyia-nyiakan orangtua tatkala sedah lanjut usia. Maka jawaban Ismail sebagai anak Ibrahim, Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” ( QS. Ash-Shaffat 102)

AllahuAkbar AllahuAkbar Walillahilham…

Pelajaran Ketiga yang dapat kita ambil adalah istiqomah atas perintah Allah. Nabi Ibrahim As tidak berputus asa untuk selalu berdoa kepada Allah Subhanahuwata’ala atas ujian yang menimpanya yaitu sangat lama mendapatkan keturunan. Beliau Nabi Ibrahim selalu berdoa Rabbi Habli Minas Shalihin. Ya Rabb…berikanlah aku seorang anak yang shaleh (QS. Ash Shaffat 100). Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu taat kepada Allah, berbuat baik terhadap orangtua dan istiqomah dalam menjalankan perintah-perintah Allah.

Oleh: KANG FATKUR  (FATKUR ROHMAN, M.Pd.I)

One Response to Khutbah Idul Adha, ‘’Tiga Pelajaran Penting Kisah Ibrahim As dan Ismai As Dalam Mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia’’

  1. Deri berkata:

    Barakallah.. materinya sungguh inspriratif, sukses terus!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: