Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Puasa Arafah dan Keutamaannya

Puasa arafah & keutaamaannya Reportase Rakyat

Bengkulu, ReportaseRakyat.com – Kementerian Agama RI telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah jatuh pada 31 Juli 2020, dalam kalender islam 10 Dzulhijah. Di bulan tersebut ada salah satu amalan yang disunahkan bagi umat muslim adalah puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa ini memiliki keutamaan semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

“Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah,” Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428).

“Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa hari Arafah, yaitu berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah,” kata Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Madzhab.

Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Sungguh rugi jika kita meninggalkannya. Dikutib dari beberapa hadits shahih menjelaskan keutamaan puasa Arafah.

Baca juga : Akhiri Kunker di Mukomuko, Kapolda Bengkulu Lepas 275 Ekor Tukik

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.” (HR. Muslim).

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia diampuni dosa-dosanya setahun yang di depannya dan setahun setelahnya.” (HR. Ibnu Majah; shahih).

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka dosanya diampuni selama dua tahun berurut-turut.” (HR. Abu Ya’la; shahih).

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia diampuni tahun depannya dan tahun belakangnya.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath; shahih lighairihi).(red)

(Tulisan dikutip berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: