Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Giatkan Semangat Kewirausahaan Sosial di Kalangan Muda

OPINI, RR – Social entrepeneurship atau kewirausahaan sosial menjadi satu langkah mencapai kesuksesan dengan menghadirkan solusi untuk permasalahan sosial dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Sosialpreuneur adalah kegiatan ekonomi atau bisnis yang berbasis sosial, dalam arti lain sosialpreuneur ini adalah bisnis yang dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip sosial. Sosialpreuneur ini sangatlah membantu perekonommian suatu negara, sebab kegiatan bisnis memiliki mata rantaii yang sangat baik yang di mana seseorang tidak hanya mementingkan bisnisnya untuk meraih keuntungan sebsar-besarnya yang itu merupakan konsep bisnis pada umumnya, melainkan dalam sosialpreneur ini kita memiliki konsep saling membantu

Di dalam sosialpreuneur memiliki nilai-nilai khusus, yaitu bisnis yang kita jalankan harus memiliki nilai-nilai tersebut. terdapat  4 nilai yang ada dalam sosialpreuneur, pertama nilai sosial, lingkungan masyarakat, inovasi dan kegiatan ekonomi. Melalui nilai tersebut kita bisa membedakan bisnis yang profit oriented atau bisnis pada umumnya dengan bisnis sosialprueneur yang mengedpankan nilai-nilai sosial.

Potensi kewirausahaan sosial perlu dipupuk semenjak remaja. Sebagai generasi yang mendominasi komposisi penduduk Indonesia – dan kelak menjadi penerus bangsa, bagi mereka, kesempatan dan kepercayaan menjadi keniscayaan. Itulah yang terus memacu generasi muda  untuk secara berkesinambungan menumbuhkan kapasitas kewirausahaan sosial kalangan muda Tanah Air. “Melahirkan para sociopreneur yang mumpuni serta jeli menangkap peluang, juga memaksimalkan produktivitas guna meningkatkan kebermanfaatan mereka bagi lingkungan sekitar,

Orang terkaya dunia dan pendiri Microsoft, Bill Gates membiarkan produknya dibajak ke seluruh dunia. Apa yang terjadi? Impiannya menjadikan setiap rumah punya komputer dan Windows menjadi kenyataan. Kini Gates mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation yang merupakan yayasan terbesar dunia.

Ada hal mendasar yang menjadi persamaan dari mereka, yaitu sociopreneur. Mereka menggabungkan dua tujuan utama, mengejar profit dan social impact. Penelitian Harvard University menunjukkan, perusahaan terbaik adalah yang berbasis sociopreneur dan sebaliknya yang hanya mengejar profit berada di peringkat terbawah.

Selain mencari keuntungan financial, sociopreneur berorientasi memberi manfaat pada banyak orang. Spirit yang dibangun adalah mengembangkan komunitas agar lebih berdaya. Prinsipnya, banyak memberi, banyak menerima. Itulah rumus yang digunakan dan diyakini oleh para sociopreneur.

Untuk menjadi seorang sociopreneur tak perlu modal besar. Bisa dimulai dari hal kecil, dari sumberdaya yang ada. Salah satunya adalah optimasi social capital, yaitu kemampuan dasar dari setiap individu, seperti kemampuan berkomunikasi, berjejaring sosial, berbisnis, menulis, dll.

Bagikan kemampuan-kemampuan itu pada banyak orang dan kembangkan peluang income generating di dalamnya. Selain itu, bentuk program sosial dari perusahaan sebetulnya tak terbatas.

Oleh: Ripa Syamrotul Puadah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: