Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

HUT NKRI Ke-74, Pemuda Harus Menjadi Tonggak Kemerdekaan

OPINI, RR – Detik-detik kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur No 56 pada tanggal 17 Agustus 1945 silam oleh Sang Poklamator Indonesia Soekarno-Hatta merupakan salah satu catatan sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Melalui perjalanan yang sangat panjang dan perjuangan yang begitu gigih para pendahulu akhirnya NKRI menyatakan kemerdekaanya secara sah di depan publik, kabar ini begitu cepat tersebar mealalui RRI saat itu. Teriakan dan sorak-sorai di segala penjuru terdengar ketika negeri tercinta, negeri yang di perjuangkan telah menang. Merah-Putih berkibar!

Saat ini usia NKRI akan genap 74 tahun, yang bisa dikatakan usia lanjut. Kebhinnekaan yang ada di negara Indonesia merupakan power yang sangat berpengaruh untuk mempertahankan kesatuan dan keutuhan bangsa. Kekayaan alam dan sosial budaya yang harus dipertahankan ditengah-tengah global juga merupakan salah satu wujud ketahanan bangsa. Indonesia sebagai negara yang unik juga mempunyai keanekaragaman seperti bahasa daerah yang berbeda-beda, kearifan lokal dan suku-suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Itu adalah wujud kemerdekaan itu sendiri.

Kemerdekaan suatu bangsa tentu tidak akan lepas dari perdebatan politik, bentuk perwujudan demokrasi negara itu juga. Perbedaan pandangan yang membangun akan memperkokoh tonggak kemerdekaan serta argumen-argumen yang bertujuan untuk kemajuan bangsa. Esensi dari kemerdekaan adalah memberi kebebasan berbicara, kebebasan berkumpul, kebebasan berserikat dan kebebasan berorganisasi yang di anggap tidak menyeleweng dari Idiologi Bangsa yaitu Pancasila.

Di usia yang 74, sudahkah NKRI merdeka dalam segala aspek?

Di tengah kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, Indonesia yang dicita-citakan masih berdiri dengan utuhnya. NKRI pada 74 tahun silam masih NKRI yang kita kenal sekarang. Tetapi pertanyaan, apakah kemerdekaan itu sudah menjadi hak segala bangsa? Atau kemerdekaan itu sudah keadilan sosial bagi seluruh rakyat? Indonesia sudah berhasil mencetak peradaban dunia, ketangkasan untuk bersaingpun sudah beberapa kali ditunjukkan. Bahwa negara Indonesia dikenal juga sebagai negara yang bisa mempunyai daya saing tinggi. Tapi siapa sangka, kemerdekaan di rumah kita hanya penghuninyalah yang tau!

Saat ini negara Indonesia dihadapkan dengan berbagai isu yang ingin berusaha memecah belah persatuan dan keutuhan bangsa. Isu intoleran yang sangat cepat berkembang pesat juga sangat mempengaruhi daya dan mental anak bangsa belum lagi dihadapkan dengan dunia yang serba teknologi yang tidak bisa dikendalikan. Ini sangat berpotensi menggerogoti kemerdekaan tersebut. Perdebatan tentang paham idiologi bangsa menjadi trending topic dalam media, penyebaran isu SARA dan hoax pun dimana-mana. Jangan menjauh dari kemerdekaan!

Kaum muda yang dikenal sebagai salah satu tonggak pemersatu bangsa haruslah terhindar dari perilaku intoleran dan penyebaran isu SARA, kaum muda harus menjadi pelopor kemerdekaan dalam segala aspek. Sebagai agent of change (agen perubahan) dalam artian kaum muda bukan hanya sebagai penggagas perubahan tetapi harus berperan sebagai objek perubahan tersebut melalui perilaku-perilaku positif. Sebagai agent social of control, kaum muda sebagai pemegang kendali kondisi perubahan sosial yang terjadi, kaum muda harus bisa menjadi pelopor persatuan di tengah-tengah perdebatan pandangan publik, tidak menjadi bagian dari hoax.

Dan yang terakhir, kaum muda sebagai iron stock yang artinya kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa dapat mengoptimalkan kemampuan, keterampilan, serta perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari. Harapan terbesar di usia NKRI yang ke 74 ini bangsa Indonesia merdeka dalam setiap perjalanan kehidupan, baik itu dalam kebudayaan, kekayaan alam, potensi pikiran, perbedaan pandangan dan perkembangan teknologi.

Kibarkan bendera Merah-Putih di segala penjuru!

Kumandangkan lagu Indonesia Raya di bukit, lembah dan gunung!

Junjung tinggi nilai Pancasila!

Teriakkan Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

Oleh: Jerri Simanjuntak (Sekcab GMKI Bengkulu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: