Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238

Lost Quick Response (Kehilangan Respon Cepat)

OPINI, RR – Lost Quick Response (kehilangan Respon Cepat) lawannya adalah Quick Response (Respon Cepat). Ini adalah sebuah penyakit kejiwaan yang menggambarkan kepribadiaan seseorang. Lost Quick Response (kehilangan Respon Cepat) dan Quick Response (Respon Cepat) cara mendiagnosanya melalui komunikasi langsung (via medsos/selular/sms/chat).

Salah satu ciri-ciri orang sukses adalah merespon cepat sapaan orang lain, baik yang sudah kenal atau belum. Dengan catatan sang pembalas dalam kondisi kondusif/normal. Quick response (merespon cepat) seseorang menggambarkan sifat asli yang bersangkutan. Selain itu merupakan apresiasi/respon/tanggapan yang cepat sebagai bentuk kepeduliaan yang bersangkutan, walaupun hanya sekedar membalas sapaan. Secara umum, quick response dimiliki oleh orang-orang sukses, para leader dalam semua bidang, pemimpin dalam semua skala, tokoh agama yang merakyat dan rendah hati.

Biasanya Ini tidak berlaku jika kondisi sang pembalas sedang dalam kondisi tidak kondusif. Artinya jika dalam kondisi normal, membalas sapaan bisa dilakukan secara spontan, walaupun hanya sekedar say hello/basa basi saja, kemudian ditutup dengan bahasa apology. Atau bahkan tetap dibalas pada lain waktu ketika kondisi sudah kondusif.

Untuk melihat apakah kita/seseorang itu lost quick response atau quick response sangat mudah sekali. Dapat bisa langsung dilihat pada percakapan-percakapan via medsos, selular, chat, sms. Ketika pada percakapan pertama yang no response, kemudian dikuatkan lagi jika pada percakapan yang kedua dengan topik yang sama, ternyata no response, padahal ketika dengan topik yang berbeda quick response. Ini terjadi bukan hanya untuk orang yang baru kenal, bahkan yang sudah lama kenal bahkan teman dekat sekalipun akan terjadi, ketika langsung pada topik pembicaraan yang menjadi pemicu lost quick response.

Biasanya Seseorang kehilangangan Quick response pada saat kondisi tidak kondusif. Adanya hal tersebut, biasanya pada awal dialog atau percakapan, sang penyapa langsung masuk ke topik Materi, padahal belum tentu subjek pada kalimat sapaan tersebut orang yang bersangkutan, bisa jadi orang lain, bahkan mungkin teman dekat orang yang diajak komunikasi sendiri. misal:

Pak/Bu, dimano ado lokak minjam uang?
Pak/Bu ado lokak minjam uang dak?
Kalimat diatas bisa diartikan:
1. Yang bersangkutan akan meminjam uang
2. Yang bersangkutan menanyakan, apakah yang ditanya tahu/kenal siapa yang bisa meminjamkan uang, bisa untuk yang bersangkutan atau orang lain.
3. Boleh jadi, yang bersangkutan hanya sebagai fasilitator atas seseorang. Jadi kalau hanya sebagai fasilitator mungkin tidak perlu segan atau malu kalau memang pada saat itu belum mampu memenuhi apa yang dimaksud
4. Boleh jadi sebenarnya yang bersangkutan sedang menghubungkan hubungan yang erat antara yang difasilitasi dengan orang yang diajak komunikasi, ternyata mungkin yang membutuhkan adalah saudara dekat atau orang-orang yang berada di wilayah/lingkungan yang bersangkutan.

Pak/Bu, saya mau masukkan Proposal, bisa khan..
Pak/Bu, saya mau minta tolong….
Banyak faktor yang menjadi penyebab lost quick response, diantaranya adalah traumatik. Dahulu sang penyapa pernah pinjam uang tetapi tidak mengembalikan, kalaupun mengembalikan sangat lama sekali bahkan mungkin berdarah-darah, baru uang tersebut dikembalikan. Atau bisa jadi traumatik karena kelakuan orang lain, sehingga semua orang disamakan. Faktor berikutnya adalah bisa jadi antara kedua belah pihak, berbeda kepentingan, atau pihak pertama menganggap bahwa tidak ada keuntungannya menjalin komunikasi dengan pihak kedua. Jika ini yang terjadi, akan berpotensi muncul sikap cuek. Emang gue pikiran. Dapil kita beda Bro. Uang gue udah banyak untuk proposal-proposal lain. Padahal bisa jadi, hasil dari komunikasi tersebut ujungnya tidak harus uang, mungkin bisa sekedar informasi.

Lost quick response ini akan muncul bukan hanya ketika terjadi dialog/percakapan dengan teman jauh, bahkan teman dekat sekalipun.

Bagaimana cara mengembalikannya? Beberapa cara mengembalikan quick response seseorang adalah, merubah topik pembicaraan (seperti contoh diatas). Lakukan ini di lain waktu. Karena jika dilakukan pada waktu yang berdekatan, nasibnya akan sama, lost quick response.

Selain itu lost quick response pada seseorang boleh jadi akan berangsur hilang, jika suatu saat ia mengalami apa yang pernah ia sangkakan…. atau ia seperti roda yang berada di kondisi dibawah karena roda itu berputar.
Lost quick response pada seseorang juga akan berangsur hilang, ketika bertemunya kepentingan yang sama/bersekutu/berkolaborasi.
Yang lebih tragisnya adalah ketika sang pemilik lost quick response mengalami kebangkrutan….nauzubillahi minzalik…

Beberapa pengalaman penulis membuktikan berdialog dengan tokoh/penjabat yang memiliki Quick Response, padahal sebelumnya belum ada komunikasi apalagi ketemu. Komunikasi dilakukan via medsos, WA, chat, sms. Menurut penilaian penulis inilah pejabat/tokoh yang memiliki leadership sejati (berasal dari potensi diri).
1. Seorang Jendral
2. Seorang Gubernur
3. Seorang Rektor
4. Seorang Tokoh Nasional
5. Seorang Bupati/walikota

Selain tokoh diatas, penulis juga banyak menemui leadership sejati yang memang dikenal sebelumnya, seperti:
1. Mantan Kepala Dinas
2. Mantan Pejabat
3. Tokoh Ulama
4. Anggota Dewan
5. Mantan Anggota Dewan
6. Mantan Kepala Daerah

Tentunya lawan diatas, penulis pernah menemukan kebalikan dari tokoh diatas, baik pejabat atau mantan pejabat. Beberapa orang mungkin wajar karena tidak kenal sebelumnya, tetapi juga ini terjadi dengan teman dekat. Semoga kita terhindar dari penyakit kejiwaan diatas. Wallahu’alam

Penulis : Indra Utama, SE, MM (Dosen Universitas Dehasen Bengkulu)

adminadmin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: