Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Sociopreneur Adalah Sarana Mensejahterakan Masyarakat

OPINI, RR – Sociopreneur atau social entrepreneur adalah salah satu dari berkembangnya ilmu entepreneur, kedua ini sama berjalan dalam bidang yang sama, tapi ada hal yang menjadi pembeda  antara entrepreneur dengan sociopreneur dapat diliat dari tujuannya dan kegiatan usahanya. Pengertian sederhana dari Sociopreneur adalah  seseorang yang mengerti permasalahan social dan menggunakan kemampuan Entrepreneur untuk melakukan perubahan (Social Change) terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan  dan kesehatan (healtcare). (Cukier 2011).

Adapun 4 nilai utama yang harus dimiliki sociopreneur adalah : Social Value (nilai sosial), Civil Society (Lingkungan Masyarakat), Inovation (Inovasi), dan Economic Aktivity (Kegiatan Ekonomi). Utomo dalam tulisannya menyatakan di Indonesia, wirausaha sosial tumbuh dengan cepat seiring dengan keyakinan bahwa kewirausahaan sosial dapat mengatasi masalah-masalah sosial. (H. Utomo, Menumbuhkan Minat Kewirausahaan Sosial. Among Makarti, Vol. 7, No. 14, 2014, hlm: 1-16.)

Sociopreneurship merupakan solusi gerakan sosial di bidang ekonomi yang dapat memberikan peluang usaha terutama di daerah pedesaan. Selain perbaikan ekonomi mikro, sociopreneur mampu meningkatkan perekonomian nasional. Disinilah, alasan mengapa sociopreneurship mampu menjadi solusi, karena selain bersifat sustainable pada perekonomian, sociopreneurship mampu memberikan solusi efektif dan taktis terhadap permasalahan perekonomian Indonesia.

Sosok sociopreneur Indonesia yang telah berkontribusi dalam mengatasi masalah kesenjangan dan kepekaan sosial bahkan ekonomi di masyarakat, misalnya Dika Restiyani, adalah dara kelahiran 18 januari 1988, yang dinobatkan menjadi pemenang ajang Muslimah Beauty tahun 2011.

Kegemarannya dalam dunia bisnis menjadikannya figur entrepreneur muda yang peduli sosial berbasis syariah yaitu Indonesian Young Sociopreneur Club (IYS Club). Selain itu juga aktif dalam kegiatan sosial, dengan mendirikan kelompok relawan peduli pendidikan anak yang secara rutin mengajarkan ilmu-ilmu pendidikan dasar secara gratis bagi anak-anak kurang mampu yang diberi nama Penduli Anak Untuk Negeri (PLANGI). Dalam mengembangka usahanya, ia berkomitmen bahwa setiap pergerakan usaha yang dikembangkannya harus bermanfaat bagi orang banyak.

Nah dari profil Dika diatas sangat erat berkaitan dengan Maqashid Syariah, dari pengertian, dapat dikatakan bahwa tujuan syariah adalah menurit Syatibi adalah kemaslahatan umat manusia, Imam sytibi juga menjelaskan ada 5 Aspek atau bentuk yang terdapat dalam Maqhasid Syariah kelima maqashid tersebut yaitu :

  1. Hifdzu Din (Melindungi Agama)

Seorang sociopreneur dalam melakukan kegiatannya diniatkan karena Allah dan melakukan semua kegiatan sesuai syariat

  1. Hifdzu Nafs (Melindungi Jiwa)

Sociopreneur sangat berperan dalam melindungi jiwa manusia, karena sociopreneur bertujuan untuk mensejahterkan umat manusia

  1. Hifdzu Aql (Melindungi Pikiran)

Akal adalah suatu Nikmat yang hanya dimiliki oleh manusia dan menjadikan pembeda antara manusia dan hewan, dan seorang sociopreneur harus memikirkan Inovasi dalam Usahanya agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

  1. Hifdzu Mal (Melindungi Harta)

Seorang sociopreneur tidak akan menghabiskan hartanya untuk hal yang tidak ada manfaatnya, ia akan lebih banyak memberikan hartanya untuk disedekahkan atau diinfakan untuk kegiatan social seperti untuk pendidikan yang dilakukan Dika

  1. Hifdzu Nasab (Melindungi Keturunan)

Keturunan merupakan suatu hal yang harus dijaga, Islam melarang berzina dan menyuruh umat islam menikah dengan tujuan untuk menjaga Keturunannya

Sebelum menutup tulisan ini saya mengutip satu tulisan Tokoh sociopreneur dunia “I’m encouraging young people to become social business entrepreneurs dab contribute to the, rather than just making money. Mokey money is no fun. Contributing to and changing the world is a lot more fun” –Muhammad Yunus.

Oleh: Oschadiva Edisha Putri

space-Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: