Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Wajah – wajah Fatma Wati dalam Kanvas Pelukis Bengkulu

OPINI, RR – Sebagai masyarakat Bengkulu tentu kita sangat bangga dengan nama Fatma Wati. Tetapi tak semua orang Indonesia juga mengenali siapa beliau. Sebagian hanya kenal sebagai istri Proklamator, sebagian hanya tahu bahwa beliau adalah penjahit bendera pusaka Republik Indonesia.

Tak banyak yang tahu, bahwa beliau adalah puteri Bengkulu. Tak banyak yang tahu, bahwa bahwa Ibu negara pertama Indonesia adalah Puteri Bengkulu. Tak banyak yang tahu bahwa Presiden wanita pertama Indonesia adalah lahir dari rahim sorang wanita Bengkulu.

Rasa bangga yang tak terperi inilah yang membuat bapak Gubernur Provinsi Bengkulu menginginkan kehadiran sosok perempuan hebat itu dalam ruang-ruang penting di Provinsi Bengkulu .

Niat bapak Gubernur yang kemudian diterjemahkan oleh bapak Asisten lll Gotri Suyanto dengan berinisiatif berkomunikasi dengan Pelukis Bengkulu. Akhirnya muncullah kesepakatan bahwa penggarapan lukisan potret wajah ibu Fatma Wati dipercayakan digarap oleh para pelukis Bengkulu.

“Kita harus percayakan pekerjaan ini kepada pelukis lokal kita. Kita tidak boleh under estimate terhadap seniman lokal. Saya yakin mereka mampu kok,” demikian ungkap bapak Gotri Suyanto dalam sebuah pertemuan dengan perupa di Warung Kopi Rumoh Atjeh Pintu Batu Bengkulu.

Ungkapan tersebut bukan hanya sebuah retorika belaka. Lebih dari itu, ini adalah sebuah keberpihakan nyata, yang memang harus dimiliki oleh setiap pengambil kebijakan di Provinsi ini.

Tak butuh waktu lama, gagasan pengadaan lukisan potret ibu Fatma Wati ini segera dieksekusi. Untuk membantu penilaian estetika dan kualitas bahan material yang digunakan, pihak pemda provinsi melalui bagian umum, meminta beberapa seniman/pengamat seni rupa untuk menentukan dan mengawasinya supaya lukisan yang nanti akan dipajang di ruang Gubernur dan ruang ruang publik lainnya nanti akan tahan lama dan tidak mudah rusak karena dimakan usia.
Tim ini diisi oleh tiga orang profesional yaitu: Drs. Alcala Zamora, Efendi M. Jamal dan Drs. Dalijo, dan tim ini dinamakan dengan “Tim Tiga”.

Dalam tenggat waktu yang disepakati, akhirnya lukisan lukisan tersebut selesai penggarapannya. Lalu karya-karya lukisan tersebut di bawa ke Gedung Pola Pemprov Bengkulu untuk diperiksa oleh tim tiga.

Setelah melalui diskusi tim tiga dan pihak pemda provinsi. Kemudian disepakati ada sedikit catatan dan perbaikan pada setiap lukisan. Yang kemudian disampaikan kepada seniman untuk disempurnakan.

Setelah disempurnakan lukisan tersebut kembali diperiksa oleh tim tiga, dan Hasilnya sangat memuaskan.

Dan inilah karya karya hebat tersebut yang kemudian terpasang dalam pigura yang mewah dan menghiasi ruang ruang penting di Provinsi Bengkulu:

Ujang Hamidi
Lelaki kelahiran Jakarta 1963 ini, kesehariannya adalah sebagai ASN di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. ini bukan pemain baru di kancah senirupa. Banyak peristiwa seni lukis sudah dilewatinya. Menjelang masa pensiunnya, lelaki yang akrab disapa pak Ujang ini selalu menyempatkan diri untuk berkarya.

Foto: Ujang Hamidi bersama karyanya yang dipajang di Gedung Daerah 

Romi Rustam

Pelukis kelahiran Kerinci tahun 1979 ini adalah seorang seniman lulusan Institut Seni Indonesia Yogya karta. Beliau Tak main-main dalam menggarap lukisan potret ibu Fatma Wati ini. Seluruh kemampuannya dikerahkan untuk hasil yang terbaik. Meskipun kegiatannya sebagai ASN di dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu sangat padat, beliau bisa menyelesaikan potret ini dengan dengan apik.

Foto: Romi Rustam sedang menggarap lukisan, dan lukisan ini di pasang di ruang kerja pribadi Gubernur

Mirza Rizal
Lelaki yang akrab disapa dengan nama “Ical” ini juga bukan pendatang baru di dunia senirupa. Dikalangan seniman beliau dikenal sebagai orang yang sangat betah berlama lama didepan kanvas.
Pelukis kelahiran Lubuk Linggau 58 tahun yang lalu ini all out dalam penggarapan lukisan potret ibu negara pertama ini.

Foto: Mirza Rizal dengan karyanya yang di pasang pada ruang Vip Bandara Fatma Wati Bengkulu

Mudahar (Boy lukis)
Lelaki kelahiran Padang 1969, yang sehari hari berprofesi sebagai penggiat variasi mobil ini meluangkan waktu yang khusus demi melukis Potret ibu Fatma Wati. Hasilnya tentunya taksia-sia. Hasil karyanya akhirnya dipajang di Rumah Fatma Wati, di jl. Fatma Wati Penurunan kota Bengkulu.

Foto: Mudahar ( boy lukis) dengan karyanya di Rumah Fatma Wati

 

Oleh: Efendi M. Jamal

Iklan

3 Responses to Wajah – wajah Fatma Wati dalam Kanvas Pelukis Bengkulu

  1. Hendy UP berkata:

    Karya seni ‘anaknegeri’ yang luarrbiasa! Menyembulkan kebanggaan utk mengekspresikan sosok lokal-genuin yang membumi Nusantara: IBU NEGARA pertama RI. Ada lukisan apik yang menangkap: rona gadis remaja Fatmawati, (mungkin) ketika pertama menatap Bung Karno yang gagah berwibawa; ada yang memotret kesipuan wajah Fatma saat ditanya Ayahanda Hasan tentang lamaran pemuda Sang ‘Bima Nusantara’ Soekarno; ada pula yang menyiratkan wajah keteguhan jiwa kala hendak ‘dibawa’ Sang Suami ke Batavia. Pelukis lain memotret kegelisahan Ibu Negara manakala mendapat ‘anugrah’ untuk menyiapkan kelindan benangjahit bagi berkibarnya Sang Saka Merah Putih di hari keramat: 17 Agustus 1945 yang bertepatan dg Djoem’at Legi, 9 Ramadhan 1364 H. Tapi ada pula sapuan kuas Pelukis yang (mungkin) menyiratkan ‘kegalauanjiwa’ Ibu Negara ketika akan memutuskan menerima ‘sosok lain’ dalam lingkar perial jantung hati Sang Suami. Pendeknya sebagai penikmat seni, aku salut nan takdzim kepada maestro: Bung Mudahar, Romi Rustam, Ujang Hamidi dan Bung Mirza yang memilih rona hijau tanda kedamaian. Juga utk Timtiga dan sobatku Mas Gotri si Pelukis Patung Kehidupan yang ‘pura-pura’ tak bisa melukis. Selamat utk para pengukur prestasi!!! [Blogger:www.andikatuan.net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: