Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Awan cp. 0813-2432-1238 || email. reportaserakyat62@gmail.com

Selama Pandemi PAUD Harus Tetap Berjalan, Sesuia Protokol Kesehatan

Peran Guru PAUD Membangun Pondasi Pendidikan di Era 4.0

Bengkulu, RepotaseRakyat.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Bengkulu, Derta Wahyulin Rohidin menegaskan, pendidikan anak pada saat pandemi herus tetap dilaksanakan. Karena PUD sangat penting bagi dasar pembentukan karakter, ahlak, daya pikir kritis dan kreatifitas anak. Ini disampaikannya saat workshop guru kreatif (WGK) secara virtual di Balai Raya Semarak, Jumat (24/7/20)

“Tenaga pendidik diharapkan mampu menuntun anak-nak usia dini menjadi generasi muda yang berkualitas, memiliki karakter serta berahlak mulia. Dengan demikian pendidikan harus tetap berjalan meskipun ditengah pandemi Covid-19. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ungkap Derta.

Dia menambahkan, di era rovolusi 4.0 nilai tidak lagi menjadi konsen utama dalam pendidikan. Skill (keterampilan), kopetensi, karakter dan keperibadian menjadi fokus pendidikan. Abad 21 menuntut adanya kopetensi dan keterampilan dimiliki bagi peserta didik. Ada 4 keterampilan 4K yakni kolaborasi, komunikasi, kritis dan kreatifitas.

Baca juga : 1 Warga Lebong Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sembuh Tambah 1

“Guru-guru PUS yang kreatif menjadi ujung tombak dari suksesnya tujuan pendidikan di era revolusi 4.0 atau abad 21 ini. Karena PAUD pondasi awal untuk anak usia dini dan guru-guru PAUD-lah sebagi orang tua kedua, setelah orang tua yang mengukir dan membangun pondasi penguatan jati diri anak didiknya,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BPPAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Provinsi Bengkulu Hendri Gunawan. Menurutnya, selama pandemi aktivitas PAUD mati suri, karena itu agar PAUD tetap berjalan salah satu caranya adalah dengan mengedukasi orang tua/meyakinkan orang tua sehingga orang tua tidak was-was menitipkan anaknya di PAUD.

Baca juga : Nambah 10 Konfirmasi Positif, 8 Pernah Kontak Erat Dengan Kasus Sebelumnya

“Kami tidak mau ada PAUD yang tutup karena tidak ada kegiatan, selama pandemi ini bunda-bunda PAUD tidak mendapatkan honor secara penuh. Prediksinya pendemi akan berlangsung lama, sedangkan anak-anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, oleh karena itu perlu adanya kerjasama antara orang tua dan bunda-bunda PAUD untuk melaksankan pendidikan di rumah. Anak-anak bisa sambil bermain tanpa setres,” jabar Hendri.

Untuk diketahui, saat ini ada 3.299 pendidik dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi). Jumlah tersebut tersebar pada 1.238 satuan PAUD di Provinsi Bengkulu yang terdiri dari layanan taman kanak-kanak, kelompok bermain, taman penitipan anak dan satuan PAUD sejenis.

(mcpb)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: