Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037 || Informasi pemasangan iklan/ banner/ running text hubungi Sony Taurus cp. 0852 7376 2037

Silat Keris Diharapkan Bisa Masuk Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

reportaserakyat.com- Jakarta, Pada hari Kamis, 12 Desember 2019, pukul 09:59 waktu Bogota Kolombia, pada Sesi ke-14 Komite Antar Pemerintah, yang dipimpin oleh Maria Claudia Lopez Sorzano, Komite memutuskan bahwa Tradisi Pencak Silat (The Traditions of Pencak Silat) terinskripsi dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan (Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity), UNESCO.

Penetapan Tradisi Pencak Silat oleh UNESCO ini menambah daftar warisan budaya takbenda Indonesia yg masuk dalam daftar WBTB UNESCO menjadi 9. Delapan elemen yang telah terdaftar sebelumnya yakni Wayang Indonesia (2008); Keris Indonesia (2008); Batik Indonesia (2009); Angklung (2010); Tari Saman (2011); Noken Papua (2012); Tiga Genre Tari Tradisional di Bali (2015); Pinisi, seni pembuatan perahu dari Sulawesi Selatan (2017); ditambah 1 (satu) program praktik terbaik yaitu Pendidikan dan Pelatihan Batik di Museum Batik Pekalongan (2009).

Menanggapi keputusan itu reportaserakyat.com pun menghubungi Narwan Riyadi pendiri PPS Garuda Saka yang juga penggagas terbentuknya Tim Indonesia Keris Style. Menurutnya ada lebanggan dengan diakuinya pencak silat jadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

“Tentu hal tersebut menjadikan kita semua berbangga hati, karena hal pengakuan tersebut dapat menambah deretan budaya Indonesia yang diakui dunia. Begitu halnya dengan keris yang sejak 25 November 2005 juga telah disahkan oleh UNESCO sebagai karya agung dunia warisan kemanusiaan asli milik Indonesia,” tuturnya di Jakarta,Jumat (13/12).

Lebih lanjut Riyadi yang juga Pendiri Komite Pelestari Silat Keris Indonesia (KPSKI) menyatakan rencana untuk melakukan kegiatan yang berunsur budaya. “Kedepannya saya bersama tim Indonesia Keris Style akan membuat perencanaan program Power Culture Indonesian atau saya sebut P.C.I,Kekuatan Budaya Indonesia. Kami mengkonsep acara berskala nasional yang menggabungkan kedua warisan budaya tak benda keris dan pencak silat, yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai budaya asli milik Indonesia. Apabila kedua hal tersebut dapat digabungkan dengan modal dasar kesolidan daripada tim Kita dan mampu bekerjasama dengan pihak PB IPSI, PERSILAT dan beberapa tokoh perkerisan Paguyuban Tosan Aji,” ungkapnya.

Dengan melakukan kegiatan tersebut, Riyadi berharap di kemudian hari silat keris dapat diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia.

“Ada kemungkinan silat keris juga bisa kita ajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia. Tidak mudah memang memproses semuanya. Tetapi dengan niat yang besar dan kekompakan antar tim yang tetap sepakat maju untuk kemajuan bersama, maka Insya Allah kelak cita-cita mulia kita akan dapat terwujud untuk mempersembahkan karya terbaik kita dalam memajukan kebudayaan kepada bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Pam)

space-Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: